<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suara GEA</title>
	<atom:link href="http://suaragea.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaragea.com</link>
	<description>We are GEA. We Talk about Earth.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Jan 2010 16:40:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark”</title>
		<link>http://suaragea.com/2010/01/13/malam-jaket-kuning-%e2%80%9cyellow-in-the-dark%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2010/01/13/malam-jaket-kuning-%e2%80%9cyellow-in-the-dark%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 16:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suara GEA</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 08 Januari 2010. Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark” adalah sebuah malam dimana seluruh GEA berkumpul dalam suatu acara untuk saling mengenal lebih jauh, terutama dengan para GEBOT yang baru saja memasuki dunia GEA.
Persiapan telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya, dan ketika hari H pun beberapa GEBOT telah datang dari pagi. Hanya saja di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat, 08 Januari 2010. Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark” adalah sebuah malam dimana seluruh GEA berkumpul dalam suatu acara untuk saling mengenal lebih jauh, terutama dengan para GEBOT yang baru saja memasuki dunia GEA.<br />
Persiapan telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya, dan ketika hari H pun beberapa GEBOT telah datang dari pagi. Hanya saja di tengah siang yang berawan, ada beberapa GEBOT yang harus mengikuti ujian remedial, tetapi persiapan dapat dilakukan setelahnya. Sore, sekitar pukul 16.00, Kantin Tambang, tempat acara dilaksanakan telah ditutup dan para GEBOT mulai persiapan dibantu dengan GEA lainnya. Pemasangan kain, pemasangan tulisan “welcome”, pemasangan sound, pemasangan fly sheet, pemasangan baligo, merapihkan konsumsi, memasukkan gerobak, dilakukan sebelum acara dimulai.</p>
<p><img src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/01/maljak1.JPG" alt="maljak1" /></p>
<p>Sekitar pukul 18.30, GEA mulai berdatangan memasuki daerah Kantin Tambang (a.k.a Kantam), disambut dengan barikade kecil-kecilan dari GEBOT dan disambut dengan kain hitam panjang dan sebuah spidol berwarna emas untuk menuliskan pesan atau kesan serta tandatangan dan nama sebagai list GEA yang datang. Setelah banyak yang datang, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC (Brian dan Arina). Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Himpunan HMTG-GEA ITB yaitu Zulfijar a.k.a Joebot, diikuti sambutan dari Ketua Acara Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark”, Glen Ricky a.k.a Nabu. Setelah kata sambutan, Anugrah Pradana (a.k.a Mbe a.k.a Danang), Lutfi Nugrahadin (a.k.a Coki), M. Imam Ihsan (a.k.a Ican), dan Boni memberikan persembahan dari GEBOT dengan sebuah lagu yang mereka ciptakan sendiri.<br />
Masuklah ke acara inti dari Malam Jakun ini, perkenalan para GEBOT sekaligus mencari Jakun mereka masing-masing. Diberikan waktu sekitar 3 jam untuk menyebar, berkenalan, dan mencari Jakun mereka. Mulailah para GEBOT menyebar dan berkenalan satu sama lain dengan GEA lain. Beberapa ada yang langsung mendapat sasaran, yang lain ada yang bingung mau kemana, ada juga yang malu-malu tapi mau (???). Setelah itu, GEBOT langsung meminta berkenalan kepada GEA lain yang sudah lebih dulu berada di GEA. Beberapa dari mereka diberi tugas sebelum boleh menanyakan nomor Jakun yang ada pada GEA lain. Ada yang disuruh mengambil makanan, ada yang sharing-sharing, ada yang disuruh push up, dan masih banyak lagi. Setelah melakukan tugasnya, biasanya GEBOT diberi pilihan angka terakhir atau kedua terakhir dari NIM pada Jakun. Jika bukan, maka GEBOT akan mencari GEA lain. Lumayan sih, sekalian kenalan dan TP2 (???). Setelah hampir 3 jam berkeliling, baru 5 orang yang mendapat Jakun nya, sehingga waktu ditambah sekitar setengah jam.<br />
Dan akhirnya, waktu habis, seluruh GEA berkumpul di Kantam. GEBOT yang belum mendapatkan Jakunnya sampai waktu habis, disuruh maju ke depan dan berkumpul di depan. Lalu, GEA yang memegang Jakun mereka mengangkat Jakun mereka dan mereka menyebar kembali. Sama seperti sebelumnya, mereka diberi tugas didepan GEA yang sudah berkumpul di Kantam, ada yang disuruh membuat puisi, ada yang push up, ada yang harus membuat sebuah janji pada pacarnya, ada juga yang harus menyanyi dangdut dan berjoget.</p>
<p>Setelah selesai seluruhnya, terakhir adalah sebuah acara tambahan yang diluar rencana, tetapi merupakan sesi yang cukup mencengangkan. Sambutan terakhir, sharing dari GEA88. Menyempatkan datang untuk  mengetahui seperti apakah GEA saat ini, berbagi mengenai Jaket Kuning di zaman mereka, sharing mengenai Diksar yang dilakukan selama 19 hari, sharing seperti apakah GEA pada zaman mereka. Dan semakin mereka sharing, semakin kita tahu, bahwa GEA tidak sekedar GEA. GEA adalah keluarga. Satu Jaket Kuning.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2010/01/13/malam-jaket-kuning-%e2%80%9cyellow-in-the-dark%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Geohumanism: Pemetaan Hidrogeologi Desa Gn Masigit Padalarang</title>
		<link>http://suaragea.com/2010/01/13/geohumanism-padalaran-2/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2010/01/13/geohumanism-padalaran-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 06:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugraha Hardika</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[geohumanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 10 Januari 2010, tak kurang dari 85 warga Gn Desa Masigit antusias datang pada acara seminar bertajuk &#8220;Air Tanah Untuk Padalarang&#8221;. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Geohumanism yang dipimpin oleh Dhani Triamindo (GEA 06). Dibuka pada pukul 13.30 waktu setempat, Dhani dalam sambutannya sebagai ketua acara mengemukakan bahwa acara ini bagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 10 Januari 2010, tak kurang dari 85 warga Gn Desa Masigit antusias datang pada acara seminar bertajuk &#8220;Air Tanah Untuk Padalarang&#8221;. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Geohumanism yang dipimpin oleh<a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1449212973"> Dhani Triamindo</a> (GEA 06). Dibuka pada pukul 13.30 waktu setempat, Dhani dalam sambutannya sebagai ketua acara mengemukakan bahwa acara ini bagian dari pengabdian masyarakat yang terselenggara atas kerja sama antara mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Geologi.<br />
<a href="http://tinypic.com" target="_blank"><img src="http://i49.tinypic.com/291kdjn.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" /></a><br />
Pak <a href="http://www.facebook.com/budi.brahmantyo">Budi Brahmantyo </a>hadir sebagai pembicara utama. Topik yang beliau sampaikan adalah pengenalan air tanah dan karst. Warga nampak senang diperlihatkan Pak Budi beberapa keajaiban morfologi bentukan pelarutan batugamping yang ada di sekitar Padalarang. Warga juga disadarkan Pak Budi betapa pentingnya menjaga karst-karst tersebut dari pertambangan tak bertanggung jawab karena perannya yang penting dalam siklus hidrogeologi.</p>
<p><span id="more-331"></span>Diselingi lagu-lagu yang dibawakan oleh Musang, acara berlanjut ke pembicara selanjutnya yang menjadi perwakilan dari GEA untuk menyampaikan hasil sementara penelitian atau pemetaan hidrogeologi. <a href="http://facebook.com/ardi.nugraha">Hardika Nugraha</a>, (GEA 07), bercerita tentang apa saja yang dilakukan oleh GEA beberapa bulan terakhir di Desa Gn Masigit berikut perkembangan (progres) dari setiap kegiatan, dari pemetaan litologi, hingga survei geolistrik. Semua pemetaan tersebut diharapkan menghasilkan peta hidrogeologi yang akan disumbangkan ke warga desa Gn Masigit. Peta tersebut menjadi bekal utama bagi warga nantinya bila ingin meminta bantuan dana pembuatan sumur ke pihak-pihak terkait. Nugraha meminta maaf kepada masyarakat, bahwa untuk mencapai peta hidrogeologi diperlukan beberapa langkah lebih lanjut, sehingga apa yang disampaikannya waktu itu belumlah akhir atau kesimpulan dari acara geohumanism. Ia dan kawan-kawannya berjanji kembali ke Padalarang dan melanjutkan pemetaan hingga didapat peta hidrogeologi tersebut.</p>
<p>Sesi diskusi digunakan juga oleh warga untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka. &#8220;Apa yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa ITB dan Pak Budi ini, merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Pendidikan. Dan berjalan dengan sangat baik&#8221;, ungkap Pak Yono, warga desa setempat yang rumahnya juga kami gunakan untuk menginap di saat masa-masa pemetaan. Dhani Triamindo maju menanggapi pertanyaan mengenai tindak lanjut dari pemetaan ini. Dhani mengatakan, bukan kapasitas mahasiswa geologi untuk melakukan pengeboran dan tim geohumanism menjanjikan akan mencari ahli dan sponsor untuk pembuatan satu sumur di wilayah RW 14 Desa Gn Masigit. Pernyataan Dhani tersebut mendapatkan pembenaran dari Pak Budi dan tak pelik warga menyambutnya dengan applause meriah. &#8220;Kalau di desa lain kekeringan juga, paling tidak masih ada yang menjual (air), tapi kalau di RW 14 itu tidak ada mata air dan tidak ada yang jual. Oleh karena itu, saya membawa adik-adik mahasiswa ini ke sana&#8221;, Pak Asul, Sekretaris Desa Gn Masigit menambahkan.</p>
<p>Tak terasa acara selesai di pukul 16.00. Musang menutup acara dengan lagu-lagunya yang bertemakan sosial politik. Wargapun berpamitan pulang dan mengucap terima kasih kepada mahasiswa-mahasiswa dan Pak Budi. Acara pada hari itu berlangsung dengan sangat sukses.</p>
<p>We will never forget your smile, Padalarang!</p>
<p><a href="http://tinypic.com" target="_blank"><img src="http://i49.tinypic.com/2lkuotx.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" /></a><br />
Pemetaan untuk acara Geohumanism tersebut berlangsung intensif dalam bulan akhir bulan Desember saat liburan Natal dan Tahun Baru (21-31 Desember 2009). Sebelumnya, mereka hanya pergi di akhir pekan, Sabtu-Minggu, di bulan Oktober-November 2009. <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1373313637">Fitrah Pratama </a>selaku koordinator Divisi Lapangan mengaku, &#8220;Hujan menjadi hambatan bagi kami. Kami melihat prediksi dari accu-weather.com dan forecast.com, rasanya sulit dipercaya. 10 hari pemetaan tersebut diprediksi akan ditemani oleh thundershower dengan peluang terjadi 90% yang ternyata memang benar terjadi. Beruntung, kesigapan teman-teman GEA membereskan alat geolistrik sebelum jam 2 siang yang diprediksi bakal terjadi hujan pada jam tersebut, sehingga aman dari kerusakan. Hujan tersebut berdampak pada line geolistrik yang kita harapkan bisa 4-6 line, terpotong menjadi 2 line saja. Namun tidak masalah, kami masih memiliki semangat untuk melanjutkan penelitian ini lagi&#8221;.</p>
<p>Metode geolistrik yang digunakan oleh tim geohumanism dalam pemetaan ini adalah Metode Wenner. Sebanyak dua line, satu di wilayah RW 14, satu lainnya di jalan menuju gua pawon, keduanya dibentang sepanjang 200 m dengan arah NE-SW, diagonal terhadap area penelitian. Hasilnya berhasil diinversi dan menakjubkan ditemukan hole pada daerah gua pawon.</p>
<p>Pemetaan intensif tersebut juga menjadi sarana bagi GEA untuk saling mengajar dan belajar. &#8220;Ini akan menjadi bekal yang berharga bagi kami sebelum Karang Sambung nanti&#8221;, ungkap <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1035063986">Gifar Fajri</a>, GEA 07. &#8220;Wah, senang sekali bisa mengajari GEA yang lebih muda. Semoga kegiatan ini berguna bagi kita semua&#8221;, ungkap <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1664813878">Syahrial Setiawan </a>kepada suaragea.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2010/01/13/geohumanism-padalaran-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Teknik Geologi di SMA Negeri 3 Bandung</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/12/24/pengenalan-teknik-geologi-di-sma-negeri-3-bandung/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/12/24/pengenalan-teknik-geologi-di-sma-negeri-3-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suara GEA</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 18 Desember 2009, di SMA Negeri 3 Bandung. Saat itu sebuah acara besar diadakan di sekolah ini berjudul &#8220;SPIRIT 2010 : Lajur Misi&#8221;, kurang lebih di dalamnya semacam pengenalan terhadap bidang ilmu yang bisa ditempuh saat tiba di masa perkuliahan, dimana di dalamnya termasuk juga jurusan Teknik Geologi dari ITB. Untuk itu para GEA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 18 Desember 2009, di SMA Negeri 3 Bandung. Saat itu sebuah acara besar diadakan di sekolah ini berjudul &#8220;SPIRIT 2010 : Lajur Misi&#8221;, kurang lebih di dalamnya semacam pengenalan terhadap bidang ilmu yang bisa ditempuh saat tiba di masa perkuliahan, dimana di dalamnya termasuk juga jurusan Teknik Geologi dari ITB. Untuk itu para GEA berperan dalam mengenalkan jurusan Teknik Geologi serta menjaga stand yang telah disediakan panitia.</p>
<p>Para siswa dilayani dengan baik oleh GEA. Mereka ditanya beberapa pertanyaan seputar geologi, barulah para GEA memberikan penjelasan mengenai geologi. GEA juga memperkenalkan ilmu-ilmu cabang geologi serta prospek geologi yang mungkin menarik minat siswa. Salah satu cara kami dalam memperkenalkan geologi adalah dengan memperlihatkan dan memperkenalkan alat-alat yang dimiliki oleh geologis ketika ke lapangan, seperti kompas geologi dan palu geologi, contoh-contoh batuan yang ada di lapangan, contoh peta geologi yang akan dibuat oleh para geologis. Total 100 lembar  pamflet yang GEA sediakan habis diminta dan dibagikan kepada siswa. Dari daftar pengunjung stand teknik geologi, tercatat 37 orang mengisi daftar pengunjung stand.</p>
<p><img src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/12/1.JPG" alt="presentasi" /></p>
<p>Presentasi dilakukan dengan baik oleh GEA dengan GEA Taufik N sebagai pembicara, dan hampir semua kursi di ruang seminar 2 diisi oleh siswa. Presentasi ditanggapi oleh para siswa dengan melemparkan pertanyaan. Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah mengenai perbedaan geologi, geofisika, pertambangan, dkk nya? Jawaban tersebut dijawab oleh pembicara bahwa geologi lebih kepada bidang eksplorasinya, sedangkan geofisika merupakan tools dari geologi dalam eksplorasi, untuk pertambangan bergerak di bidang eksploitasinya. Dikarenakan waktu telah habis, hanya diberkan tenggat 15 menit, maka pertanyaan yang terlontar hanya sedikit. Setelah itu, kami kembali ke stand dan mulai melayani para siswa yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai bidang geologi ini. Sekitar pukul 3 sore, kami bebenah stand dan kembali ke himpunan.</p>
<p><img src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/12/2.JPG" alt="presentasi" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/12/24/pengenalan-teknik-geologi-di-sma-negeri-3-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GEA&#8217;08 : Welcome Fellas!</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/12/13/gea08-welcome-fellas/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/12/13/gea08-welcome-fellas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 08:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suara GEA</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Terhitung mulai hari Minggu, 6 Desember 2009, keluarga besar GEA memiliki anggota-anggota keluarga baru. Telah dilantik 80 orang mahasiswa Teknik Geologi 2008 sebagai anggota baru biasa HMTG GEA ITB di Kompleks Perkemahan CIC (Ciwangun Indah Camp)-Sukawana Lembang, pada sekitar pukul 06.00 pagi. Pelantikan oleh ketua himpunan juga disaksikan langsung oleh dosen-dosen dari program studi Teknik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terhitung mulai hari Minggu, 6 Desember 2009, keluarga besar GEA memiliki anggota-anggota keluarga baru. Telah dilantik 80 orang mahasiswa Teknik Geologi 2008 sebagai anggota baru biasa HMTG GEA ITB di Kompleks Perkemahan CIC (Ciwangun Indah Camp)-Sukawana Lembang, pada sekitar pukul 06.00 pagi. Pelantikan oleh ketua himpunan juga disaksikan langsung oleh dosen-dosen dari program studi Teknik Geologi. Pak Nurcahyo Indro Basuki, sebagai salah satu perwakilan dosen juga sedikit banyak menyampaikan pesannya, terutama bahwa acara ini menjadi awal dari hasil kerjasama yang baik yang ke depannya harus semakin dibangun. </p>
<p>Lebih dari itu, semoga kawan-kawan baru bisa berkontribusi banyak dan menjadikan GEA selalu menjadi lebih baik. Welcome Fellas!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/12/13/gea08-welcome-fellas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Call for Student&#8217;s Paper : IPA 2010</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/10/28/call-for-students-paper-ipa-2010/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/10/28/call-for-students-paper-ipa-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 12:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Suara GEA</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[IPA]]></category>
		<category><![CDATA[paper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[IPA CONVENTION &#038; EXHIBITION ke 34 segera diadakan pada tanggal 18-20 Mei 2010 di JCC. Kini saatnya lagi kita berpartisipasi lagi dalam ajang ini, setelah tahun ini semua kategori mahasiswa dimenangkan dari GEA (Putri Riadini, untuk the best poster, dan Ambaria dkk untuk the best paper).
Masukkan abstrak  kita dengan mengikutsertakan poin-poin berikut :
- Judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IPA CONVENTION &#038; EXHIBITION ke 34 segera diadakan pada tanggal 18-20 Mei 2010 di JCC. Kini saatnya lagi kita berpartisipasi lagi dalam ajang ini, setelah tahun ini semua kategori mahasiswa dimenangkan dari GEA (Putri Riadini, untuk the best poster, dan Ambaria dkk untuk the best paper).</p>
<p>Masukkan abstrak  kita dengan mengikutsertakan poin-poin berikut :<br />
- Judul Paper<br />
- Nama penulis, Universitas, Alamat, Telepon, email<br />
- Nama penulis yang akan membawakan paper<br />
- Jenis presentasi : oral / poster / keduanya<br />
- Tuliskan apabila paper berhubungan dengan tugas akhir / program internship ataupun ekspedisi<br />
- Tuliskan nama pembimbing (dosen)<br />
Dalam bahasa Inggris, minimal 300 kata. Untuk informasi lebih lanjut, buka halaman ini :<br />
<a href="http://www.ipa.or.id/34th-Convention/">http://www.ipa.or.id/34th-Convention/</a></p>
<p>Kita semua pastinya berharp banyak anak GEA yang bakal beraksi di ajang ini&#8230;Selamat berkarya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/10/28/call-for-students-paper-ipa-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 GEA hadir di SEG-MGEI Gold Deposit Workshop di UGM, Yogyakarta</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/10/15/7-gea-hadir-di-seg-mgei-gold-deposit-workshop/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/10/15/7-gea-hadir-di-seg-mgei-gold-deposit-workshop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugraha Hardika</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[HTMG 'GEA' ITB]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[Share the Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Setelah GSC selanjutnya, piala itu kan berlabuh di himpunan GEA&#8221;, kata GEA. &#8220;Tapi kita tak kan datang jauh-jauh ke Bandung sebagai pengantar piala ini&#8221;, sahut HMTG UGM. &#8220;Well, let&#8217;s see&#8230;&#8221;, tantang GEA
Rabu, 7 Oktober 2009, 7 orang GEA (Aurio Erdi, Resti Samyati, Eko Suwarno, Dewi Prihatini, Hardika Nugraha, Wildan Mussofan, Albert Julian Gurning)berangkat dari Stasiun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Setelah GSC selanjutnya, piala itu kan berlabuh di himpunan GEA&#8221;, kata GEA. &#8220;Tapi kita tak kan datang jauh-jauh ke Bandung sebagai pengantar piala ini&#8221;, sahut HMTG UGM. <em>&#8220;Well, let&#8217;s see&#8230;&#8221;,</em> tantang GEA</p></blockquote>
<p>Rabu, 7 Oktober 2009, 7 orang GEA (<a href="http://www.facebook.com/aurioerdi">Aurio Erdi</a>, <a href="http://www.facebook.com/people/Resti-Samyati/1489990957">Resti Samyati</a>, <a href="http://www.facebook.com/people/Eko-Suwarno/1292274808">Eko Suwarno</a>, <a href="http://www.facebook.com/people/Dewi-Prihatini/1454347265">Dewi Prihatini</a>, <a href="http://www.facebook.com/ardi.nugraha">Hardika Nugraha</a>, <a href="http://www.facebook.com/wildan.msf">Wildan Mussofan</a>, <a href="http://www.facebook.com/people/Albert-Julian-Gurning/1506617894">Albert Julian Gurning</a>)berangkat dari Stasiun Kiara Condong naik kereta api ekonomi pada jam 20.30 menuju ke arah Jogja. Di hari-hari sebelumnya, 7 orang ini memadatkan jadwal praktikumnya, agar di hari Kamis dan Jumatnya bisa tenang menghadiri sebuah acara yang digelar di Gedung TU Fakultas Teknik UGM. Tak heran, jika wajah-wajah mereka ketika di kereta  begitu kusam, kucel, kelelahan setelah berurusan dengan tugas dan praktikum yang padat.</p>
<p>Kamis pagi, 06.10 waktu setempat, mereka tiba di Jogja, bermodalkan gambar <em>print screen</em> dari Google Earth, mereka menuju ke Hotel Terban, di jalan C. Simanjuntak, Jogjakarta. Selain dekat dengan UGM, harga sewa per malamnya yang di bawah Rp 30.000 menjadi alasan bagi mereka tuk menginap di sana.</p>
<p>Pukul 8.45, akhirnya sampai di Gedung yang dimaksud, walau sempat tersesat di UGM yang lumayan luas. Telat 15 menit dari jadwal, mereka bergegas registrasi dan duduk di kursi yang telah disediakan. Di akhir acara, banyak dari GEA yang berkenalan, beramah tamah dengan HMTG Teknik Geologi UGM. Dan GEA pun diantar pulang  Hotel Terban oleh mereka.</p>
<div id="attachment_300" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-300" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0516-300x201.jpg" alt="Dari kiri ke kanan, Aurio Erdi, Resti Samyati, Craig Hart, Hardika Nugraha, Dewi Prihatini, dan Albert Julian G (2 GEA lainny sedang beli tiket pulan!)" width="300" height="201" /><p class="wp-caption-text">Dari kiri ke kanan, Aurio Erdi, Resti Samyati, Craig Hart, Hardika Nugraha, Dewi Prihatini, dan Albert Julian G (2 GEA lainnya sedang beli tiket pulang!)</p></div>
<p>Acara di Gold Deposit Workshop ini berlangsung selama 2 hari. 7 GEA nampak antusias menghadiri acara ini, walau seringkali tampak dari raut wajauhnya kerutan kening, tanda tak paham. Maklumlah, selain kendala bahasa inggris, GEA-GEA yang berangkat adalah GEA 2007 yang baru saja mendapat mata kuliah Endapan Mineral pada semester ini (materi terakhirnya baru Pegmatit).</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, bukan hanya Gold Deposit saja ilmu yang mereka dapat. HMTG Teknik Geologi UGM banyak menginspirasi mereka. Walau sama-sama berada di tingkat 3, nampaknya pengalaman dan pengetahuan mereka tentang geologi sedikit lebih banyak dari pada GEA. Tersadar akan hal ini, 7 GEA tersebut bersemangat tuk belajar jauh lebih keras, agar dapat mengharumkan nama GEA dan ITB. Lebih-lebih bila melihat piala bergilir GSC yang dipajang rapi bersama piala-piala lain yang ukurannya lebih kecil dari piala GSC.</p>
<div id="attachment_299" class="wp-caption alignnone" style="width: 211px"><img class="size-medium wp-image-299" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0518-201x300.jpg" alt="Piala bergilir GSC, semangat Brur, tahun depan, milik kita!" width="201" height="300" /><p class="wp-caption-text">Piala bergilir GSC, semangat Brur, tahun depan, milik kita!</p></div>
<p>Malam di hari yang sama, peserta telah mendaftar SEG Student Member diajak untuk mentoring di restoran Pondok cabe yang dekat dengan Hotel Terban tempat mereka menginap. 7 orang GEA yang telah formulir registrasi Student Member SEG kompak menghadiri jamuan makan malam tersebut. Selain berdiskusi dengan Steve Garwin (pengisi materi tentang Porphiry Au Deposits) mengenai materi yang tadi ia sampaikan, ada juga diskusi tentang membangun SEG Student Chapter (semoga saja bisa segera terlaksana, walau sebenarnya ada kendala di <em>Faculty Advisory</em>). GEA yang lain juga menyempatkan <em>ngobrol </em>dengan rekan lamanya di SMA dan ada juga GEA yang masih berbincang ramah dengan salah seorang HMTG UGM.</p>
<p>Tak terasa, tiba-tiba sudah hari Sabtu, 7 GEA harus balik ke Bandung untuk segera menyelesaikan tugas-tugas mereka yang tertunda. Maaf, belum bisa cerita banyak tentang Gold Depositnya, tapi sesegera mungkin, mereka akan mempresentasikan apa yang mereka dapat (baca: paham) di Workshop kemarin. Banyak kenangan, banyak cerita dari Jogja. Tak hanya tentang Gold Deposits, di angkringan bersama HTMG UGM sambil ngopi joss, jalan miring karena hati tak lurus (katanya!) ketika mencoba berjalan di antara dua pohon besar di alun-alun selatan Jogja, inggris super kacau ketika ngobrol dengan Pak Steve, cinta lokasi GEA wati dengan HMTG UGM wan akibat dibonceng pulang dan karena sering ngobrol berdua, bersepeda tua berangkat ke UGM <em>(freak, </em>dilihatin orang satu fakultas! Harusnya lepas jakun dulu&#8230;<em>)</em>, jalan-jalan di Malioboro, dan masih banyak kejadian lainnya mewarnai indahnya cerita mereka di Jogja kemarin. Sampai jumpa Jogja!!</p>
<div id="attachment_301" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-301" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/10/DSC_0585-300x201.jpg" alt="Bersepeda keliling Jogja, selain mereka gunakan untuk beli oleh-oleh, sepeda ini juga yang mengantar mereka tiba di kampus teknik UGM" width="300" height="201" /><p class="wp-caption-text">Bersepeda keliling Jogja, selain mereka gunakan untuk beli oleh-oleh, sepeda ini juga yang mengantar mereka tiba di kampus teknik UGM</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/10/15/7-gea-hadir-di-seg-mgei-gold-deposit-workshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Endmin: Kimberlit &#8211; Intan</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 12:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mineralogi & Kristalografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[


Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat. Hasilnya, Intan memegang peringkat pertama dalam kekerasan batuan, konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://nozfieldnote.blogspot.com/2009/09/kimberlites-diamond.html"><br />
</a></h3>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6f/Brillanten.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 278px;height: 211px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6f/Brillanten.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat. Hasilnya, Intan memegang peringkat pertama dalam kekerasan batuan, konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong (misal dalam pemboran) dan pemoles.</p>
<p>Dalam geologi, intan dapat ditemukan dalam batuan Kimberlit. Kimberlit merupakan batuan beku ultramafik potasik yang kaya akan zat volatil, dan didominasi oleh mineral olivin. Karena dominasi mineral olivin, maka jenis kimberlit dibedakan berdasarkan mineral lain yang kurang dominan seperti monticellite (kalsium olivin, Ca2SiO4), phloglopite (magnesian biotit), diopsid (Ca-Mg klinopiroksen), serpentin atau kalsit, serta apatit, magnetit, kromit, garnet, intan dan mineral-mineral bertemperatur dan bertekanan tinggi lainnya.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/Kimberlite_core_sample.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 141px;height: 300px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/Kimberlite_core_sample.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Kimberlit</span></div>
<p>Kimberlit berasal dari kedalaman yang sangat tinggi, diperkirakan dari magma yang berasal dari mantel bagian atas. Teori pembentukkan kimberlit menyatakan bahwa magma asal berasal dari kedalaman sekitar 150 km, dan bergerak menerobos ke atas dengan kecepatan yang cukup tinggi, seperti balon yang dilepaskan dalam medium kental atau viskositas tinggi. Laju intrusi melambat di dekat permukaan dan tudung gas (gas cap) terbentuk di bagian atas intrusi. Tekanan yang tinggi akan meledakkan tudung gas ini, menyebabkan terbentuknya tuffisit (batuan intrusif fragmental akibat pelepasan ledakan gas) dan breksia di dalam dan sekitar kawah ledakan. Kimberlit dapat berupa intrusi dengan bentuk air mata atau tear drop.</p>
<p>Kimberlit dapat dibagi menjadi 3 fasies berdasarkan teksturnya</p>
<ul>
<li>Hipabisal, bagian bawah kimberlit, porfiritik, dan merupakan hasil kristalisasi magma kimberlit</li>
<li>Diatrem, merupakan badan intrusi, mengandung fragmen-fragmen mantel dan kerak, lapili kimberlit, fragmen kimberlit, dan mineral-mineral penyusun kimberlit.</li>
<li>Kawah (crater), merupakan bagian atas sebuah kimberlit, didominasi oleh tuffisit dan breksia.</li>
</ul>
<p>Tidak semua kimberlit mengandung intan. Salah satu panduan untuk eksplorasi adalah dengan melihat mineraloginya. Umumnya, mineral yang berasosiasi dengan intan adalah kromium diopsid, Magnesium Ilmenit, Mg-Al garnet yang mengandung kromium yang tinggi dan kalsium yang rendah.</p>
<p>- Dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -<br />
- Gambar dari en.wikipedia.org -</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Endmin: Anortosit &#8211; Titanium</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 11:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mineralogi & Kristalografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[

(Titanium, dari wikipedia)

Titanium merupakan logam dengan nomor atom 22 dan ditemukan oleh William Gregor di Inggris tahun 1791. Titanium dapat dicampur dengan besi, aluminium, vanadium, molibdenum dan unsur lain untuk membentuk logam campuran yang kuat dan ringan untuk pesawat (mesin jet, misil), keperluan militer, proses industri (kimia dan petrokimia, kertas), automotif, dan lain-lain.
Mineral yang mengandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Ti%2C22.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 482px;height: 261px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Ti%2C22.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="font-size: 78%"><span style="font-size: 85%">(Titanium, dari wikipedia)</span><br />
</span></div>
<p>Titanium merupakan logam dengan nomor atom 22 dan ditemukan oleh William Gregor di Inggris tahun 1791. Titanium dapat dicampur dengan besi, aluminium, vanadium, molibdenum dan unsur lain untuk membentuk logam campuran yang kuat dan ringan untuk pesawat (mesin jet, misil), keperluan militer, proses industri (kimia dan petrokimia, kertas), automotif, dan lain-lain.</p>
<p>Mineral yang mengandung titanium adalah mineral magnetit dan hematit yang mengandung titanium, atau mineral bijih titanium ilmenit (FeTiO3) dan rutile (TiO2). Kebanyakan mineral-mineral ini ditemukan dan berasosiasi dengan batuan beku anortosit dan endapan placer marin.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg/300px-Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 300px;height: 320px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg/300px-Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">(Ilmenit, dari Wikipedia)</span></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/62/Rutile_needles.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 287px;height: 248px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/62/Rutile_needles.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">(Rutile, dari Wikipedia)</span></div>
<p>Anortosit yang mengandung mineral bijih titanium dapat dibagi menjadi dua pengertian:</p>
<ul>
<li>Anortosit merupakan batu yang terdiri dari 90% atau lebih plagioklas intermedier hingga asam (anortit, atau An90-An100)</li>
<li>Ada juga mengatakan bahwa anortosit adalah batuan monomineral dengan mineral penyusun plagioklas An35 atau lebih</li>
</ul>
<p>Pembentukkan anortosit dapat terjadi dengan cara:</p>
<ul>
<li>Kristalisasi mineral pada proses crystall settling (seperti pada pengendapan endapan ortomagmatik atau early magmatic), sehingga endapan membentuk perlapisan atau layered mafic intrusion</li>
<li>Anortosit masif, berupa batuan pluton yang mengandung andesit dan labradorit (An35-An65)</li>
</ul>
<p>Anortosit juga dapat terbentuk akibat partial melting dari komposisi toleit pada kedalaman rendah di astenosfir dan kemungkinan disebabkan akibat shallow rifting.</p>
<p>Pembentukkan mineral yang kaya akan titanium terjadi pada tahap akhir pembentukkan magma, dan kristalisasi titanium dikontrol oleh:</p>
<ul>
<li>Kelimpahan awal Ti</li>
<li>Perubahan aktifitas kimia silika, aluminium, besi dan variabel tekanan parsial oksigen</li>
<li>Pembentukkan immiscible liquids yang kaya titanium</li>
<li>Temperatur kristalisasi</li>
</ul>
<p>Karena anortosit termasuk dalam endapan early magmatic, batuan ini terbentuk di kontinen yang stabil.</p></div>
<div>
- Disadur dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -</div>
<div>- Gambar dari en.wikipedia.org -</div>
<p><!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stylolite vs Fracture</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 07:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Petrologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan kemarin ini, saya ikut serta dalam pengukuran rekahan pada batuan inti di daerah Padalarang. Saat kegiatan berlangsung, ada diskusi yang cukup panas di antara dua alumni GEA mengenai stilolit dan rekahan. Alumni yang satu beranggapan bahwa stilolit merupakan produk tekanan (stress) sedangkan alumni yang lain beranggapan bahwa stilolit merupakan produk diaganesa. Yang satu mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan kemarin ini, saya ikut serta dalam pengukuran rekahan pada batuan inti di daerah Padalarang. Saat kegiatan berlangsung, ada diskusi yang cukup panas di antara dua alumni GEA mengenai stilolit dan rekahan. Alumni yang satu beranggapan bahwa stilolit merupakan produk tekanan (stress) sedangkan alumni yang lain beranggapan bahwa stilolit merupakan produk diaganesa. Yang satu mengatakan stilolit dapat disebabkan tektonik, yang satu lagi bilang tidak. Diskusi ini menarik karena menyentil pemahaman kita mengenai pembentukkan stilolit dan apa yang sebenarnya membedakannya dengan rekahan biasa.</p>
<p>Stilolit, berdasarkan buku Structural Geology oleh Twiss dan Moore (1992), merupakan hasil dari pelarutan yang terjadi selama deformasi pada temperatur rendah. Tucker dalam Sedimentary Petrology (2001) menyebutkan bahwa stilolit terbentuk akibat pressure dissolution, atau pelarutan yang terjadi akibat tekanan pada kontak antar butiran selama kompaksi. Berdasarkan kedua sumber ini, benar bahwa stilolit merupakan produk diagenesa (kompaksi) dan tidak salah bahwa stilolit merupakan produk deformasi.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Stylolite_oehrlikalk_1b.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 311px;height: 232px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Stylolite_oehrlikalk_1b.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Stilolit pada sayatan tipis packstone -dari en.wikipedia.org</span></div>
<p>Alumni Kompak (Untuk alumni penganut diagenetic-product-only stylolite ini kita sebut saja alumni kompak) mengatakan No!<br />
Stress yang disebabkan tektonik, sangat berbeda dengan diagenesa. Diagenesa adalah proses yang dikontrol oleh waktu. Proses burial dalam diagenesa memerlukan waktu yang lama. Berbeda dengan proses tektonik yang cenderung mengakibatkan failure pada batuan secara tiba-tiba. Tektonik, lebih menyebabkan deformasi pada batuan, entah dia secara brittle atau ductile. Ketika batuan mengalami failure, kurva tekanan akan turun mendadak, menyebabkan stress mengecil dan strain (regangan) terus meningkat. Karena itulah proses tektonik lebih cenderung menghasilkan rekahan, atau pada kasus batuan ductile, lipatan. Berbeda dengan stilolit, dimana pressure dissolution memerlukan stress yang konstan dan tidak berubah selama waktu yang lama.</p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Stress_v_strain_brittle_2.png"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 251px;height: 251px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Stress_v_strain_brittle_2.png" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Gambar kurva stress (sumbu y) dan strain (sumbu x). Ketika kurva mencapai titik kekuatan maksimal batuan, garis kurva akan turun dan rekahan akan terbentuk -dari en.wikipedia.org<br />
</span></p>
<p>Alumni stress beranggapan (kita sebut saja alumni yang memegang pendapat stress-derived stylolite ini alumni stress) bahwa stress pada batuan, baik tektonik atau diagenesa (burial), dapat menyebabkan tekanan pada kontak antar butiran yang pada akhirnya menyebabkan pressure dissolution dan membentuk stilolit. Selama ada tekanan pada kontak antar butiran, bukan tidak mungkin stilolit akan terbentuk selama proses tektonik. Pengertian turunnya kurva stress lebih berarti bahwa ketika terjadi deformasi (misal rekahan) dibutuhkan stress yang lebih sedikit untuk menghasilkan strain yang lebih besar, tetapi tidak menunjukkan bahwa proses pemberian tekanan hilang atau berkurang. Karena itu, proses tektonik bisa saja sama konstannya dengan proses burial dan sekali lagi, dapat menyebabkan stilolit.<br />
<span style="font-size: 100%">Diskusi antara kedua alumni ini tidak menemui titik temu. Masing-masing memegang pendapatnya, karena masing-masing telah mempercayai prinsip stilolitnya selama 4 tahun kuliah. Memang tidak mudah mengubah apa yang sudah kita percaya sejak lama. Geologi bukan textbook, dan apa yang terjadi di alam tidak pernah kita ketahui secara pasti, karena kita tidak mudah menemukan prosesnya secara langsung (ada yang pernah melihat pembekuan magma secara langsung?). Stilolit mungkin dapat disebabkan karena tektonik, mungkin juga hanya merupakan hasil diagenesa. Sampai saat ini pun, sejauh pengetahuan saya, belum ada suatu paper yang membahas perbedaan antara stilolit tektonik dan stilolit diagenesa (tolong perbaiki kalau salah).</span></p>
<p>Sepertinya stilolit ini, sesuai bentuknya, memang bikin pusing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEG &#8211; MGEI Workshop 2009</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/28/seg-mgei-workshop-2009/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/28/seg-mgei-workshop-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 14:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Maaf infonya sedikit telat,
Tanggal 11 &#8211; 12 Oktober 2009 SEG (Society of Economic Geologist) dan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) akan mengadakan kursus dua hari dengan tema GOLD DEPOSITS: NEW DEVELOPMENT AND EXPLORATION di Semarang, Indonesia. Acara ini akan diadakan sebelum konferensi 2009 IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Workshop ini akan dipresentasikan dalam bahasa inggris, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf infonya sedikit telat,</p>
<p>Tanggal 11 &#8211; 12 Oktober 2009 SEG (Society of Economic Geologist) dan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) akan mengadakan kursus dua hari dengan tema GOLD DEPOSITS: NEW DEVELOPMENT AND EXPLORATION di Semarang, Indonesia. Acara ini akan diadakan sebelum konferensi 2009 IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Workshop ini akan dipresentasikan dalam bahasa inggris, dan sebelumnya telah diadakan di Beijing, Moskow, Antofagasta, Lima, Cairns dan Cape Town.</p>
<p>Pembicara yang akan hadir dalam workshop ini di antara lain adalah Richard Goldfarb (United States Geological Survey) mengenai Orogenic Gold Deposit, Noel White (Brisbane-Konsultan) mengenai Epithermal gold deposits, Craig Hart (Mineral Deposit Research Unit &#8211; University of British Columbia) mengenai Intrusion-related gold deposits dan Steve Garwin (Perth, Konsultan) mengenai Carlin-type gold deposits.</p>
<p>Materi yang akan disampaikan berupa karakteristik geologi dari contoh-contoh endapan-endapan tersebut di dunia, termasuk membahas mengenai tektonik, struktur geologi, ciri geokimia dan geofisika dan metoda eksplorasi.</p>
<p>Harga masuk untuk mahasiswa adalah 30 USD sedangkan untuk tenaga profesional 300 USD  &#8211; dari SEG Newsletter -</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/28/seg-mgei-workshop-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
