Soil: Deskripsi Horizon dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukannya
Sharing lagii. Kali ini tentang SOIL. Tapi, lebih dari sisi geologi fisiknya dibanding geokimianya. Buat yang lagi ngambil geokimia soil, mungkin ini bisa dijadikan basic knowledge ajaa..dibaca-baca sambil minum teh di pagi hari. Hoho ^^’
Credit: Physical Geology (Twelfth Edition) by C. Plummer and D. Carlson
SOIL
Penggunaan istilah soil secara awam mengarah kepada sebutan untuk material lepas dan tak terkonsolidasi yang menutupi hampir seluruh permukaan daratan. Namun demikian, ahli geologi mengistilahkan regolith untuk definisi di atas dan kemudian mengistilahkan soil untuk lapisan material lapuk dan tak terkonsolidasi yang mengandung bahan-bahan organik dan mampu mendukung hidup tumbuhan. Soil yang matang dan subur merupakan hasil dari berabad-abad pelapukan batuan, dikombinasikan dengan pembusukan tumbuhan dan bahan organik lainnya. Untuk kajian sistem Bumi, soil memiliki peranan penting dalam interaksi antara bagian Bumi yang padat (geosfer), biosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Soil adalah sumber daya penting bagi kelangsungan hidup di Bumi.
Rata-rata soil mengandung 45% batuan dan pecahan mineral (termasuk lempung), 5%
humus, dan 50% rongga pori. Batuan dan pecahan mineral pada soil menjadi tempat ‘berlabuh’ bagi akar tumbuhan. Mineral lempung menyerap air dan ion nutrien yang nantinya akan diserap akar tumbuhan. Humus melepaskan asam lemah yang membantu proses pelapukan kimawi. Humus juga menghasilkan nutrisi bagi tumbuhan dan meningkatkan kemampuan menahan air dari soil. Rongga pori adalah komponen penting yang terakhir dari soil. Air dan udara bersirkulasi melalui rongga pori, membawa serta nutrien terlarut dan CO2 yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan.
Ukuran dan jumlah dari rongga pori pada soil, oleh karena itu juga kemampuan soil untuk menyalurkan udara dan air, sebagian besar merupakan fungsi dari tekstur soil. Tekstur soil mengacu pada proporsi antara partikel-partikel yang berbeda ukuran, umumnya mengacu pada pasir, lanau, dan lempung. Kuarsa umumnya lapuk menjadi butiran berukuran pasir yang membantu soil tetap lepas-lepas dan teraerasi, memudahkan drainase (lewatnya) air. Kristal feldspar dan mineral lainnya yang setengah lapuk juga dapat menghasilkan butiran berukuran pasir. Namun, soil dengan terlalu banyak kandungan butiran berukuran pasir akan melewatkan air terlalu cepat dan tumbuhan akan kekurangan air.


