<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suara GEA &#187; Geologi</title>
	<atom:link href="http://suaragea.com/category/geologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaragea.com</link>
	<description>We are GEA. We Talk about Earth.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 05:44:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010</title>
		<link>http://suaragea.com/2010/05/15/pelayaran-kebangsaan-ilmuwan-muda-pkim-2010/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2010/05/15/pelayaran-kebangsaan-ilmuwan-muda-pkim-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 09:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Share the Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Beruntung dan gembira, itulah perasaan yang saya rasakan ketika mendapat kabar bahwa saya berkesempatan untuk ikut dalam Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010. Kegiatan ini diadakan atas prakarsa LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.
April 2010 lalu, saya (Brenda GL’07) dan Kevin (GL’05) berkesempatan untuk turut serta dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beruntung dan gembira, itulah perasaan yang saya rasakan ketika mendapat kabar bahwa saya berkesempatan untuk ikut dalam Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010. Kegiatan ini diadakan atas prakarsa LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.</p>
<p>April 2010 lalu, saya (Brenda GL’07) dan Kevin (GL’05) berkesempatan untuk turut serta dalam kapal riset Baruna Jaya VIII untuk melakukan penelitian kondisi perairan di sekitar Bangka Belitung. Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, Suharsono, menambahkan bahwa para peserta terdiri atas peneliti dari kalangan dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir yang melakukan tugas akhir. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Syah Kuala, Universitas Patimura, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.</p>
<p>Peserta PKIM terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu kelompok biologi dan oseanografi. Saya dan Kevin tergabung dalam kelompok oseanografi. Kelompok pertama yaitu biologi berangkat dari Muara Baru, Jakarta, menuju daerah penelitian dengan berlayar menggunakan Baruna Jaya VIII pada tgl 4 April 2010 setelah mendapat pengayaan materi di Jakarta. Sedangkan kelompok oseanografi, berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat terbang pada tanggal 8 April 2010. Sesampainya di Pulau Belitung, kami diajak berkunjung ke salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, yaitu di Pantai Tanjung Tinggi. Kami disambut oleh hamparan pasir pantai yang putih, deburan ombak yang menghantam pantai, serta ciri khas pantai ini, yaitu bongkahan-bongkahan batuan granit beraneka ukuran yang terhampar luas di sekitar pantai. Setelah puas mengambil gambar, kami kemudian diantar menuju rumah dari Bu Muslimah, tokoh panutan dalam serial Laskar Pelangi sebelum ke penginapan kami di Hotel Martani, Belitong.</p>
<p><a href="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/P1080350_crop1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-379" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/P1080350_crop1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Setelah mendapatkan pengayaan materi tentang apa yang akan dilakukan kelompok kami, keesokan harinya kami berangkat menuju dermaga pelepasan Baruna Jaya VIII. Kelompok biologi telah tiba sehari sebelumnya dan setelah menyelesaikan laporan penelitian mereka, mereka akan diterbangkan pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat karena kapal Baruna Jaya VIII akan kami gunakan. Pada acara pelepasan yang dihadiri pejabat LIPI, DIKTI, Wakil Gubernur Prov. Babel, dan segenap tokoh masyarakat, hadir pula para pemeran di film Laskar Pelangi. Sebut saja Ical, Lintang, Harun, dan kawan-kawan lain.</p>
<p>Kemudian dimulailah hari pertama pelayaran. Kami mendapat arahan keselamatan dan kegiatan selama pelayaran. Tiga jam setelah berlayar, kami pun tiba di stasiun pertama. Kelompok Geologi dibimbing oleh Bapak Helfinalis, peneliti Geologi Laut dari P2O LIPI. Tim-tim lain juga mendapat pembimbing lain sesuai bidang keahlian masing-masing. Sedikit gambaran tentang apa saja yang dilakukan semua tim peneliti dengan latar yang berbeda. Setelah kami tiba di stasiun tertentu, semua tim akan mengambil posisinya di atas kapal. Sebuah alat yang dinamakan CTD akan diturunkan ke bawah laut untuk mengambil data salinitas, arah arus, temperatur, dan juga pengambilan sampel air laut pada kedalaman yang berbeda. Begitu alat ini dinaikkan, semua tim pun berbagi jatah. Tim logam berat, kimia hara, biologi, dan juga geologi mengambil contoh air dari berbagai kedalaman untuk dianalisis. Setelah CTD selesai digunakan, giliran tim plankton yang menurunkan jaring plankton Kitahara untuk pengambilan sampel plankton. Terakhir, giliran tim geologi kembali bekerja menggunakan <em>gravity </em><em>core</em> untuk mengambil contoh sampel sedimen laut. Semua pekerjaan ini harus dilakukan sesuai urutan yang telah ditetapkan agar tidak ter jadi kontaminasi pada sampel. Contohnya, jika <em>gravity core</em> dilakukan terlebih dahulu sebelum CTD dan Kitahara, tentu saja air sekitar akan menjadi keruh dan mengkontaminasi sampel lainnya. Seperti biasa, <em>core</em> tersebut lalu dideskripsi untuk keperluan rekonstruksi bawah laut. Adapun analisis TSS (<em>Total Suspended Solid</em>) akan dilakukan setibanya di Jakarta di Lab Geologi Laut P20 LIPI.</p>
<p>Selama di kapal, kami belajar banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui. Misalnya apa saja yang dilakukan ahli geologi kelautan dan juga bagaimana ilmu geologi yang kami punya dapat membantu bidang keilmuan lain seperti biologi, fisika, plankton, kimia hara, dan kimia logam memahami kondisi perairan sekitar dan juga bagaimana kami menggunakan data yang mereka peroleh untuk mendukung analisis geologi yang kami buat. Misalnya, ketika terjadi perubahan arus laut atau kecepatan yang didapat oleh kelompok fisika, sebagai geologis maka kami akan diminta memberikan gambaran batimetri bawah laut untuk menjelaskan penyebab dari perubahan tersebut. Begitu juga dengan kelompok plankton ketika mendapat adanya kelimpahan plank ton yang tidak biasanya, maka mereka akan meminta masukan dari kelompok fisika dan geologi. Sebaliknya untuk geologi, kami dapat menggunakan data yang dimiliki oleh kelompok logam berat untuk membuat peta persebaran logam berat yang dibawa oleh sedimen dari daratan hasil pertambangan.</p>
<p>Kegiatan pengambilan sampel dilakukan dari pagi sekitar pukul delapan hingga pukul sembilan malam dengan total stasiun setiap harinya antara 6-7 buah. Antara satu stasiun ke stasiun lainnya biasanya ditempuh dalam 2-3 jam. Di antara waktu itu, semua tim melakukan kegiatan masing-masing tim, mulai dari preparasi sampel oleh kelompok biologi dan plankton, maupun destilasi oleh kelompok kimia hara dan logam berat. Hanya kelompok geologi yang tidak melakukan preparasi pada saat itu. Tetapi ketika kelompok lain telah kembali ke dalam kapal yang <em>full </em>AC, kelompok geologi masih berada di luar (dengan cuaca panas menyengat) untuk menunggu pengambilan <em>core</em><em>,</em> mendeskripsi, dan membersihkan pipanya. Malam harinya, setelah stasiun terakhir telah selesai, kapal akan kembali mengitari rute yang dilalui sebelumnya untuk melakukan pengukuran batimetri multi sonar.</p>
<p><a href="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/MG_92863.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-380" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/MG_92863-300x237.jpg" alt="Tim Geologi PKIM 2010" width="300" height="237" /></a></p>
<p>Hidup bersama di kapal juga merupakan suatu pengalaman yang kami syukuri. Tidak pernah terbayang bahwa kami akan menghabiskan hampir 5 hari penuh berada di atas kapal. Semua kegiatan kami lakukan di atas kapal, mulai dari makan, minum, mandi, hingga tidur. Jangan dibayangkan bahwa kondisi Baruna Jaya VIII menakutkan. Sebaliknya, kapal ini sangat nyaman ditempati, bahkan seperti hotel berbintang. Kami dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari empat perserta dalam satu kamar tidur. Kapal ini juga dilengkapi kamar mandi berpemanas air, ruang dapur, ruang makan dengan makanan yang selalu tersedia setiap saat dalam jumlah yang sangat banyak, ruang rekreasi (biasa kami gunakan untuk mengerjakan laporan, berbincang, menonton film, mendengarkan musik, dan tentu saja tidur), serta laboratorium.  Setelah semua stasiun telah dijelajahi, tibalah saatnya kami untuk kembali keesokan harinya. Malam itu, kami semua diminta untuk bersenang-senang dan berkaraoke bersama di ruang makan. Keesokan harinya, kapal pun kembali berlabuh di Pelabuhan Perikanan Muara Baru Dermaga Barat, Jakarta Utara. Setibanya di Jakarta, kami pun dijemput bus yang disiapkan panitia dan diantar berkunjung ke P2O LIPI di daerah Ancol, Jakarta Utara. Dari sana, kami lalu diantar kembali ke hotel Bintang di Jalan Raden Saleh untuk menyelesaikan leporan penelitian sebelum kepulangan kami keesokan harinya.</p>
<p><strong>Profil </strong><strong>Singkat </strong><strong>B</strong><strong>aruna </strong><strong>J</strong><strong>aya</strong><strong> </strong><strong>VIII</strong></p>
<p><strong></strong> <strong> </strong>Baruna Jaya (BJ) VIII adalah sebuah kapal riset paling mutakhir dengan jenis <em>Multi Purpose Research Vessel</em> yang dimiliki oleh Indonesia. Kapal penelitian laut yang dibuat di Kota Bergen, Norwegia, ini dibuat tahun 1997-1998 dan mulai diluncurkan 24 Mei 1998. Kapal Baruna Jaya diserahterimakan kepada Oseanografi-LIPI pada 27 Agustus 1998. Kapal ini tiba di Jakarta tanggal 27 Oktober 1998 yang dinahkodai oleh Kapten Daniel Irham. Perjalanan antara Norwegia-Indonesia ditempuh dalam waktu 2 bulan penuh. BJ VIII dilengkapi dengan berbagai macam peralatan untuk penelitian di laut lepas, baik di luar (dek) maupun di dalam kapal. Di luar kapal terdapat peralatan antara lain berupa CTD, jaring Kitahara, <em>gravity core</em>, dan sebagainya. Sedangkan di dalam terdapat beberapa laboratorium seperti laboratorium biologi, mikrobiologi, dan kimia. Hanya para teknisi kapal handal yang diijinkan untuk mengoperasikan peralatan di kapal ini.</p>
<p>Kapal BJ VIII layaknya sebuah hotel berbintang di atas laut. Hal ini disebabkan oleh lengkapnya sarana dan prasarana yang ada di dalamnya. Kamar tidur dilengkapi dengan pendingin udara, <em>bunkbed</em>, lemari, dan wastafel. Kamar mandinya memiliki sistem pemanas air. Terdapat ruangan untuk mencuci pakaian yang memuat 4 mesin cuci dan pengering. Dapur dan ruang makan di tingkat atas juga selalu menyediakan sarapan, makan siang, santapan sore, makan malam, <em>supper</em>, dan hidangan malam setiap hari tanpa henti. Kualitas dan kuantitas masakan tidak perlu disangsikan lagi, lezat dan sangat banyak. Ruang harian dilengkapi dengan televisi layar lebar. Tentu saja seluruh ruangan di kapal ini dilengkapi dengan pendingin udara.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/BJ8.jpg"><img class="size-full wp-image-374 aligncenter" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2010/05/BJ8.jpg" alt="" width="130" height="103" /></a></p>
<p><strong>Nama Instruktur </strong><strong>d</strong><strong>an Kapten</strong><strong> Kapal</strong></p>
<p>1.  Irham Daniel-Kapten Kapal Riset Baruna Jaya VIII</p>
<p>2.  Drs. Helfinalis, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Geologi</p>
<p>3.  Ir. Tumpak Sidabutar, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Plankton</p>
<p>4.  Drs. Hadikusumah-Instruktur bidang penelitian Fisika</p>
<p>5.  Zainal Arifin, Ph.D.-Instruktur bidang penelitian Logam Berat</p>
<p>6.  Prof. Drs. Ruyitno Nuchsin, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Mikrobiologi</p>
<p>7.  Drs. Muswerry Muchtar, M.Sc. APU-Instruktur bidang penelitian Kimia Hara</p>
<p>Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi kalian semua. Harapannya tentu tahun depan tetap ada peserta PKIM dari Teknik Geologi ITB. Dijamin, ini pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Kapan lagi bisa mengaplikasikan ilmu di laut (secara selama ini kita di darat terus kerjanya), dapat teman baru, dan tentu naik kapal penelitian tercanggih di Indonesia. Jika ingin bertanya, kontak saja saya, Pak Bambang, atau Ibu Suryantini (beliau pernah ikut kegiatan ini). Terima kasih..</p>
<p>NB:</p>
<p>1. Foto dilihat di <em>facebook </em><a title="Foto PKIM 2010" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1199271&amp;id=1343970678#!/album.php?aid=61887&amp;id=1193758339" target="_blank">Brenda</a> atau <a title="Foto PKIM 2010" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1199271&amp;id=1343970678#!/album.php?aid=2058827&amp;id=1266875048" target="_blank">Kevin</a> saja ya <img src='http://suaragea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. <em>Paper</em> hasil penelitian bisa minta ke Brenda kalau mau baca-baca</p>
<p><em>It&#8217;s also geologists&#8217; duty to explore and protect Indonesia&#8217;s sea</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2010/05/15/pelayaran-kebangsaan-ilmuwan-muda-pkim-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Endmin: Kimberlit &#8211; Intan</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 12:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mineralogi & Kristalografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[


Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat. Hasilnya, Intan memegang peringkat pertama dalam kekerasan batuan, konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://nozfieldnote.blogspot.com/2009/09/kimberlites-diamond.html"><br />
</a></h3>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6f/Brillanten.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 278px;height: 211px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6f/Brillanten.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat. Hasilnya, Intan memegang peringkat pertama dalam kekerasan batuan, konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong (misal dalam pemboran) dan pemoles.</p>
<p>Dalam geologi, intan dapat ditemukan dalam batuan Kimberlit. Kimberlit merupakan batuan beku ultramafik potasik yang kaya akan zat volatil, dan didominasi oleh mineral olivin. Karena dominasi mineral olivin, maka jenis kimberlit dibedakan berdasarkan mineral lain yang kurang dominan seperti monticellite (kalsium olivin, Ca2SiO4), phloglopite (magnesian biotit), diopsid (Ca-Mg klinopiroksen), serpentin atau kalsit, serta apatit, magnetit, kromit, garnet, intan dan mineral-mineral bertemperatur dan bertekanan tinggi lainnya.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/Kimberlite_core_sample.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 141px;height: 300px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/36/Kimberlite_core_sample.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Kimberlit</span></div>
<p>Kimberlit berasal dari kedalaman yang sangat tinggi, diperkirakan dari magma yang berasal dari mantel bagian atas. Teori pembentukkan kimberlit menyatakan bahwa magma asal berasal dari kedalaman sekitar 150 km, dan bergerak menerobos ke atas dengan kecepatan yang cukup tinggi, seperti balon yang dilepaskan dalam medium kental atau viskositas tinggi. Laju intrusi melambat di dekat permukaan dan tudung gas (gas cap) terbentuk di bagian atas intrusi. Tekanan yang tinggi akan meledakkan tudung gas ini, menyebabkan terbentuknya tuffisit (batuan intrusif fragmental akibat pelepasan ledakan gas) dan breksia di dalam dan sekitar kawah ledakan. Kimberlit dapat berupa intrusi dengan bentuk air mata atau tear drop.</p>
<p>Kimberlit dapat dibagi menjadi 3 fasies berdasarkan teksturnya</p>
<ul>
<li>Hipabisal, bagian bawah kimberlit, porfiritik, dan merupakan hasil kristalisasi magma kimberlit</li>
<li>Diatrem, merupakan badan intrusi, mengandung fragmen-fragmen mantel dan kerak, lapili kimberlit, fragmen kimberlit, dan mineral-mineral penyusun kimberlit.</li>
<li>Kawah (crater), merupakan bagian atas sebuah kimberlit, didominasi oleh tuffisit dan breksia.</li>
</ul>
<p>Tidak semua kimberlit mengandung intan. Salah satu panduan untuk eksplorasi adalah dengan melihat mineraloginya. Umumnya, mineral yang berasosiasi dengan intan adalah kromium diopsid, Magnesium Ilmenit, Mg-Al garnet yang mengandung kromium yang tinggi dan kalsium yang rendah.</p>
<p>- Dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -<br />
- Gambar dari en.wikipedia.org -</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-kimberlit-intan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Endmin: Anortosit &#8211; Titanium</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 11:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mineralogi & Kristalografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[

(Titanium, dari wikipedia)

Titanium merupakan logam dengan nomor atom 22 dan ditemukan oleh William Gregor di Inggris tahun 1791. Titanium dapat dicampur dengan besi, aluminium, vanadium, molibdenum dan unsur lain untuk membentuk logam campuran yang kuat dan ringan untuk pesawat (mesin jet, misil), keperluan militer, proses industri (kimia dan petrokimia, kertas), automotif, dan lain-lain.
Mineral yang mengandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Ti%2C22.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 482px;height: 261px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/ff/Ti%2C22.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="font-size: 78%"><span style="font-size: 85%">(Titanium, dari wikipedia)</span><br />
</span></div>
<p>Titanium merupakan logam dengan nomor atom 22 dan ditemukan oleh William Gregor di Inggris tahun 1791. Titanium dapat dicampur dengan besi, aluminium, vanadium, molibdenum dan unsur lain untuk membentuk logam campuran yang kuat dan ringan untuk pesawat (mesin jet, misil), keperluan militer, proses industri (kimia dan petrokimia, kertas), automotif, dan lain-lain.</p>
<p>Mineral yang mengandung titanium adalah mineral magnetit dan hematit yang mengandung titanium, atau mineral bijih titanium ilmenit (FeTiO3) dan rutile (TiO2). Kebanyakan mineral-mineral ini ditemukan dan berasosiasi dengan batuan beku anortosit dan endapan placer marin.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg/300px-Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 300px;height: 320px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg/300px-Ilmenit,_W%C5%82ochy,_Novara.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">(Ilmenit, dari Wikipedia)</span></p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/62/Rutile_needles.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 287px;height: 248px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/62/Rutile_needles.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">(Rutile, dari Wikipedia)</span></div>
<p>Anortosit yang mengandung mineral bijih titanium dapat dibagi menjadi dua pengertian:</p>
<ul>
<li>Anortosit merupakan batu yang terdiri dari 90% atau lebih plagioklas intermedier hingga asam (anortit, atau An90-An100)</li>
<li>Ada juga mengatakan bahwa anortosit adalah batuan monomineral dengan mineral penyusun plagioklas An35 atau lebih</li>
</ul>
<p>Pembentukkan anortosit dapat terjadi dengan cara:</p>
<ul>
<li>Kristalisasi mineral pada proses crystall settling (seperti pada pengendapan endapan ortomagmatik atau early magmatic), sehingga endapan membentuk perlapisan atau layered mafic intrusion</li>
<li>Anortosit masif, berupa batuan pluton yang mengandung andesit dan labradorit (An35-An65)</li>
</ul>
<p>Anortosit juga dapat terbentuk akibat partial melting dari komposisi toleit pada kedalaman rendah di astenosfir dan kemungkinan disebabkan akibat shallow rifting.</p>
<p>Pembentukkan mineral yang kaya akan titanium terjadi pada tahap akhir pembentukkan magma, dan kristalisasi titanium dikontrol oleh:</p>
<ul>
<li>Kelimpahan awal Ti</li>
<li>Perubahan aktifitas kimia silika, aluminium, besi dan variabel tekanan parsial oksigen</li>
<li>Pembentukkan immiscible liquids yang kaya titanium</li>
<li>Temperatur kristalisasi</li>
</ul>
<p>Karena anortosit termasuk dalam endapan early magmatic, batuan ini terbentuk di kontinen yang stabil.</p></div>
<div>
- Disadur dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -</div>
<div>- Gambar dari en.wikipedia.org -</div>
<p><!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/30/sekilas-endmin-anortosit-titanium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stylolite vs Fracture</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 07:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farliz Nozanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Petrologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan kemarin ini, saya ikut serta dalam pengukuran rekahan pada batuan inti di daerah Padalarang. Saat kegiatan berlangsung, ada diskusi yang cukup panas di antara dua alumni GEA mengenai stilolit dan rekahan. Alumni yang satu beranggapan bahwa stilolit merupakan produk tekanan (stress) sedangkan alumni yang lain beranggapan bahwa stilolit merupakan produk diaganesa. Yang satu mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan kemarin ini, saya ikut serta dalam pengukuran rekahan pada batuan inti di daerah Padalarang. Saat kegiatan berlangsung, ada diskusi yang cukup panas di antara dua alumni GEA mengenai stilolit dan rekahan. Alumni yang satu beranggapan bahwa stilolit merupakan produk tekanan (stress) sedangkan alumni yang lain beranggapan bahwa stilolit merupakan produk diaganesa. Yang satu mengatakan stilolit dapat disebabkan tektonik, yang satu lagi bilang tidak. Diskusi ini menarik karena menyentil pemahaman kita mengenai pembentukkan stilolit dan apa yang sebenarnya membedakannya dengan rekahan biasa.</p>
<p>Stilolit, berdasarkan buku Structural Geology oleh Twiss dan Moore (1992), merupakan hasil dari pelarutan yang terjadi selama deformasi pada temperatur rendah. Tucker dalam Sedimentary Petrology (2001) menyebutkan bahwa stilolit terbentuk akibat pressure dissolution, atau pelarutan yang terjadi akibat tekanan pada kontak antar butiran selama kompaksi. Berdasarkan kedua sumber ini, benar bahwa stilolit merupakan produk diagenesa (kompaksi) dan tidak salah bahwa stilolit merupakan produk deformasi.</p>
<div style="text-align: center"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Stylolite_oehrlikalk_1b.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 311px;height: 232px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Stylolite_oehrlikalk_1b.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Stilolit pada sayatan tipis packstone -dari en.wikipedia.org</span></div>
<p>Alumni Kompak (Untuk alumni penganut diagenetic-product-only stylolite ini kita sebut saja alumni kompak) mengatakan No!<br />
Stress yang disebabkan tektonik, sangat berbeda dengan diagenesa. Diagenesa adalah proses yang dikontrol oleh waktu. Proses burial dalam diagenesa memerlukan waktu yang lama. Berbeda dengan proses tektonik yang cenderung mengakibatkan failure pada batuan secara tiba-tiba. Tektonik, lebih menyebabkan deformasi pada batuan, entah dia secara brittle atau ductile. Ketika batuan mengalami failure, kurva tekanan akan turun mendadak, menyebabkan stress mengecil dan strain (regangan) terus meningkat. Karena itulah proses tektonik lebih cenderung menghasilkan rekahan, atau pada kasus batuan ductile, lipatan. Berbeda dengan stilolit, dimana pressure dissolution memerlukan stress yang konstan dan tidak berubah selama waktu yang lama.</p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Stress_v_strain_brittle_2.png"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 251px;height: 251px" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Stress_v_strain_brittle_2.png" border="0" alt="" /></a><span style="font-size: 85%">Gambar kurva stress (sumbu y) dan strain (sumbu x). Ketika kurva mencapai titik kekuatan maksimal batuan, garis kurva akan turun dan rekahan akan terbentuk -dari en.wikipedia.org<br />
</span></p>
<p>Alumni stress beranggapan (kita sebut saja alumni yang memegang pendapat stress-derived stylolite ini alumni stress) bahwa stress pada batuan, baik tektonik atau diagenesa (burial), dapat menyebabkan tekanan pada kontak antar butiran yang pada akhirnya menyebabkan pressure dissolution dan membentuk stilolit. Selama ada tekanan pada kontak antar butiran, bukan tidak mungkin stilolit akan terbentuk selama proses tektonik. Pengertian turunnya kurva stress lebih berarti bahwa ketika terjadi deformasi (misal rekahan) dibutuhkan stress yang lebih sedikit untuk menghasilkan strain yang lebih besar, tetapi tidak menunjukkan bahwa proses pemberian tekanan hilang atau berkurang. Karena itu, proses tektonik bisa saja sama konstannya dengan proses burial dan sekali lagi, dapat menyebabkan stilolit.<br />
<span style="font-size: 100%">Diskusi antara kedua alumni ini tidak menemui titik temu. Masing-masing memegang pendapatnya, karena masing-masing telah mempercayai prinsip stilolitnya selama 4 tahun kuliah. Memang tidak mudah mengubah apa yang sudah kita percaya sejak lama. Geologi bukan textbook, dan apa yang terjadi di alam tidak pernah kita ketahui secara pasti, karena kita tidak mudah menemukan prosesnya secara langsung (ada yang pernah melihat pembekuan magma secara langsung?). Stilolit mungkin dapat disebabkan karena tektonik, mungkin juga hanya merupakan hasil diagenesa. Sampai saat ini pun, sejauh pengetahuan saya, belum ada suatu paper yang membahas perbedaan antara stilolit tektonik dan stilolit diagenesa (tolong perbaiki kalau salah).</span></p>
<p>Sepertinya stilolit ini, sesuai bentuknya, memang bikin pusing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/09/29/stylolite-vs-fracture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Keajaiban dunia Geologi yang tak kau ketahui&#8230;</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/06/13/10-keajaiban-dunia-geologi-yang-tak-kau-ketahui/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/06/13/10-keajaiban-dunia-geologi-yang-tak-kau-ketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 15:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nile Drian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya credit untuk bastian yang sudah menginformasikan tentang ini dan mencari gambar-gambarnya..hehe
Yang di bawah ini hasil searching dan translate dari web aslinya&#8230;.
10 keajaiban tersebut yaitu :
1. The Wave (antara Arizona and Utah – USA)
Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. &#8220;The Wave&#8221; terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya credit untuk <strong>bastian</strong> yang sudah menginformasikan tentang ini dan mencari gambar-gambarnya..hehe<br />
Yang di bawah ini hasil searching dan translate dari <a href="http://www.oddee.com">web aslinya</a>&#8230;.</p>
<p>10 keajaiban tersebut yaitu :</p>
<p>1. The Wave (antara Arizona and Utah – USA)<br />
Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. &#8220;The Wave&#8221; terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi batuan. Formasi batuan hanya dapat diakses melalui 3 mil pendakian kaki dan diatur secara ketat.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-249" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban2.jpg" alt="keajaiban2" width="450" height="601" /></p>
<p>2. Antelope Canyon (Arizona &#8211; USA)<br />
Menjadi salah satu situs fotografi yang paling sering dikunjungi di baratdaya Amerika, Antelope Canyon berlokasi di dataran Navajo dekat Page, Arizona. Tersusun daru 2 bagian terpisah, bagian atas (&#8220;The Cracks&#8221;) dan bagian bawah (&#8220;The Corkscrew&#8221;=pembuka botol)</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-239" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/kajaiban1.jpg" alt="kajaiban1" width="450" height="628" /></p>
<p>3. Great Blue Hole (Belize, Afrika)<br />
Bagian dari sistem terumbu Lighthouse, &#8220;The Great Blue Hole&#8221; terbaring kurang lebih 60 mil dari dataran utama di luar kota Belize.  &#8220;The Great Blue Hole&#8221; memiliki ukuran besar, hampir membentuk lubang lingkaran sempurna dengan diameter kurang lebih 0.4 km dan menjadi salah satu tempat penyelaman luar biasa di muka bumi. Di dalam lubang ini, air memiliki kedalaman 145 meter dan memberikan warna biru tua yang menyebabkan tempat ini disebut &#8220;Blue Hole&#8221;.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-246" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban31.jpg" alt="keajaiban31" width="450" height="338" /></p>
<p>4. Crystal Cave of the Giants (Mexico, Amerika)<br />
Ditemukan jauh di dalam penambangan di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk pada gua alami yang dibatasi seluruhnya dengan bedrock. Dapat dijumpai kristal-kristal yang sangat panjang, hingga yang setinggi pohon pinus dan pada beberapa keadaan, dapat memiliki warna perak dan emas translucent dengan bentuk yang beragam. &#8220;The Crystal Cave of the Giants&#8221; ditemukan pada tubuh batugamping yang mengandung perak-seng-timbal, dieksploitasi oleh pertambangan dan juga kemungkinan terlarut oleh fluida hidrothermal yang mengandung logam dan mengkritalisasi gipsum selama tahap penyusutan saat mineralisasi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-243" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban4.jpg" alt="keajaiban4" width="450" height="209" /></p>
<p>5. Eye of the Sahara (Mauritania, Afrika)<br />
Bentuk permukaan spektakular ini terdapat di Mauritania, pada bagian barat laut gurun Sahar dan berukuran sangat besar dengan diameter 30 mil yang terlihat mencolok dari luar angkasa. Disebut juga struktur Richat &#8211; atau mata Sahara &#8211; formasi ini diperkirakan berasal dari hantaman meteorit yang kuat, namun saat ini geologis percaya bahwa ini adalah hasil dari uplift dan erosi. Penyebab bentuknya yang bundar masih menjadi misteri.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-244" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban5.jpg" alt="keajaiban5" width="450" height="514" /></p>
<p>6. Blue Lake Cave (Brazil, Amerika)<br />
Tempat terkenal dunia &#8220;Gruta do Lagu Azul&#8221; (Blue lake Cave) merupakan bangunan alami yang secara interior disusun oleh stalagtit, stalagmit dan danau biru raksasa yang sangat indah. Keindahan danau ini merupakan sesuatu yang sangat impresif. &#8220;The Blue Lake Cave&#8221; juga memiliki berbagai variasi formasi geologi namun warna biru yang sangat indah di dalamnya merupakan hal utama yang mengesankan dari danau ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-241" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban61.jpg" alt="keajaiban61" width="450" height="299" /></p>
<p>7. Giants Causeway (Irlandia, Eropa)<br />
Area dengan kurang lebih 40.000 kolom-kolom basalt yang saling bersambung, &#8220;The Giants Causeway&#8221; merupakan hasil dari erupsi vulkanik di masa lampau. Berlokasi di pesisir timur laut dari Irlandia Utara, kebanyakan dari kolom ini berbentuk heksagonal, walaupun banyak juga dijumpai berbentuk empat, lima, tujuh dan delapan sisi. Kolom tertinggi sekitar 12 meter, dan terdapat lava yang membeku sedalam 28 meter di tebingnya. Pada polling tahun 2005 dari pembaca &#8220;Radiot Times&#8221;, lokasi ini disebut sebagai keajaiban alami keempat terbesar di Inggris.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-245" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban7.jpg" alt="keajaiban7" width="450" height="527" /></p>
<p>8. Hell Gate (Uzbekistan, Asia)<br />
Dinamakan oleh penduduk lokal &#8220;Gerbang menuju neraka&#8221;, tempat ini berlokasi di dekat kota kecil Darvaz. Ketika geologis menggali untuk gas, 35 tahun yang lalu, mereka tiba-tiba menemukan gua bawah tanah yang sangat besar. Tidak ada yang berani untuk memasuki karena gua tersebut penuh terisi dengan gas, sehingga mereka membakarnya agar tidak ada gas beracun yang keluar dari lubang tersebut, dan semenjak itu terbakar. Tidak ada yang mengetahui berapa ton gas yang berkualitas telah terbakar selama bertahun-tahun dan nampak seperti tidak akan habis.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-247" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban8.jpg" alt="keajaiban8" width="450" height="391" /></p>
<p>9. Wave Rock (Australia)<br />
&#8220;Wave Rock&#8221; adalah sebuah formasi batuan alami berlokasi di sebelah barat Australia. Namanya diambil dari fakta bahwa bentuknya yang menyerupai ombak laut tinggi yang pecah. Singkapan total menutupi beberapa hektar; bagian &#8220;ombak&#8221; dari batuan memiliki tinggi sekitar 15 meter dan kurang lebih 110 meter panjangnya. Salah satu aspek yang jarang diperlihatkan di fotografi adalah dinding penguat yang sekitar setengah bagian dari batuan.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-248" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban9.jpg" alt="keajaiban9" width="450" height="171" /></p>
<p>10. Chocolate Hills (Filipina, Asia)<br />
Tersusun oleh sekitar 1268 lembah berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran yang seragam pada area lebih dari 50 kilometer persegi, formasi geologi yang tidak umum ini, dinamakan &#8220;Choclate Hills&#8221;, berlokasi di Bohol, Filipina. Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan pembentukan lembah ini. Beberapa meliputi pelapukan batugamping sederhana, vulkanisme sub-oseanik, uplift dari lantai samudera dan beberapa teori baru yang mengaitkan tentang runtuhnya gunung api aktif masa lalu yang memuntahkan blok besar batuan yang kemudian ditutupi batugamping dan akhirnya terdesak keluar dari laut.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-242" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/keajaiban101.jpg" alt="keajaiban101" width="450" height="338" /></p>
<p>Itu dia&#8230; kriterianya lebih ke arah eksotismenya mungkin..Hehehe&#8230;</p>
<p>Ada juga versi yang memasukkan Danau Kelimutu (tiga warna), Green Canyon (note: bukan Grand Canyon, tapi yang di Pangandaran) dan danau berwarna pink di Australia ke dalam sini. Semua orang punya penilaian tersendiri, benar?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/06/13/10-keajaiban-dunia-geologi-yang-tak-kau-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas Laporan Ekskursi Sedimen</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/06/04/tugas-laporan-ekskursi-sedimen/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/06/04/tugas-laporan-ekskursi-sedimen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 19:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wildan Mussofan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sedimentologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman GEA&#8230;
Berikut ini adalah Tugas Laporan Ekskursi Sedimentologi yang baru&#8230;
Tugas ini adalah tugas yang dibuat Oleh Dosen kita Bpk. Theo Matasak.
Tugas ini adalah hasil revisi dari tugas yang sebelumnya telah diberikan oleh Asprak kita. Jadi tugas yang sebelumnya telah diberikan oleh Asprak mengenai Geologi Regional, Lokasi &#38; Formasi serta PPS (profil penampang stratigrafi) DIBATALKAN. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman GEA&#8230;<br />
Berikut ini adalah <strong>Tugas Laporan Ekskursi Sedimentologi</strong> yang baru&#8230;<br />
Tugas ini adalah tugas yang dibuat Oleh Dosen kita <strong>Bpk. Theo Matasak</strong>.<span id="more-189"></span></p>
<blockquote><p>Tugas ini adalah hasil revisi dari tugas yang sebelumnya telah diberikan oleh Asprak kita. Jadi tugas yang sebelumnya telah diberikan oleh Asprak mengenai Geologi Regional, Lokasi &amp; Formasi serta PPS (profil penampang stratigrafi) DIBATALKAN. Dan diganti oleh tugas berikut :</p>
<p class="MsoNormal"><strong>TENTANG LAPORAN EKSKURSI</strong></p>
<p class="MsoNormal">Tentang laporan ekskursi, aturannya adalah sebagai berikut :</p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal">LAPORAN TIAP PESERTA</li>
</ol>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal">Tiap peserta HARUS menyerahkan Deskripsi singkapan sebanyak 3(tiga) lokasi. Tiap peserta bebas memilih lokasi mana (dari yang kita lihat pada tgl.30) yang akan diserahkan.</li>
<li class="MsoNormal">Tiap singkapan dituliskan dalam 1(satu) halaman. Mengapa satu halaman karena deskripsi itu harus ada sketsa stratigrafi dan sketsa penampang; juga harus ada fotonya.</li>
</ol>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal">LAPORAN KELOMPOK</li>
</ol>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal">Tiap kelompok (bukan tiap orang) HARUS menyerahkan 1(satu) kolom stratigrafi hasil dari latihan PPS.</li>
<li class="MsoNormal">Laporan kelompok tsb. Terdiri dari 2 bagian yaitu:</li>
</ol>
<ul>
<li>Data pengukuran dan perhitungannya (lembar terpisah)</li>
</ul>
<ul>
<li>Gambarnya. Kolomnya minimal 3 (tiga) yaitu: Besar butir, Simbol litologi dan Deskripsi. (Tanya saya atau Asisten jika kurang jelas). Skalanya 1:100. Boleh gambar manual (dengan tangan), boleh juga pakai software (misalnya Corel atau Auto Cad)</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">Catatan : jika kurang jelas tanya ya; boleh Saya boleh juga Asisten.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">Bandung, 3 Juni 2009</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">Theo Matasak</p>
</blockquote>
<p><strong>Dead line</strong> (Tugas paling lambat dikumpul pada) :</p>
<p>Hari dan Tanggal : Jum&#8217;at, 5 Juni 2009<br />
Pukul : 11.00 WIB</p>
<p>Demikian GEA,,,<br />
Semoga Informasi ini bermanfaat,,,<br />
S&#8217;lamat mengerjakan&#8230;  Semangat GEA!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/06/04/tugas-laporan-ekskursi-sedimen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditemukan Gunung Api bawah laut raksasa di sebelah barat Sumatera&#8230;?</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/06/03/ditemukan-gunung-api-bawah-laut-raksasa-di-sebelah-barat-sumatera/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/06/03/ditemukan-gunung-api-bawah-laut-raksasa-di-sebelah-barat-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 18:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nile Drian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tektonofisik]]></category>
		<category><![CDATA[guyot]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[seamount]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Well.. sekedar sharing saja dari hasil searching2 internet dan beberapa milis..
Jadi ceritanya minggu kemarin ada kabar yang cukup besar (setidaknya sampai ke koran  ) bahwa telah ditemukan sebuah gunung api bawah laut raksasa oleh beberapa peneliti dari CGG Veritas (silakan klik link-nya klo mau tau lebih lanjut ttg CGG Veritas..) di sebelah barat Sumatera. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Well.. sekedar sharing saja dari hasil searching2 internet dan beberapa milis..</p>
<p>Jadi ceritanya minggu kemarin ada kabar yang cukup besar (setidaknya sampai ke koran <img src='http://suaragea.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) bahwa telah ditemukan sebuah gunung api bawah laut raksasa oleh beberapa peneliti dari <span style="text-decoration: underline;"><a title="CGG Veritas" href="http://www.cggveritas.com/default.aspx?cid=3124"><strong>CGG Veritas</strong></a></span> (silakan klik link-nya klo mau tau lebih lanjut ttg CGG Veritas..) di sebelah barat Sumatera. Letaknya kurang lebih 330 km  ke arah barat Bengkulu, terletak di dekat Palung Sunda dengan ketinggian mencapai 4600 meter, diameter 50 km pada kedalaman 5.6-5.9 km dpl (yahh..kurang lebih bayangkan Puncak Jaya dengan diameter yang lebih besar tenggelam di dasar laut..). Bisa dicek gambar daerahnya di bawah, pada bagian yang tertera tulisan &#8220;Seamount&#8221;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-169" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/peta-seamountnya.jpg" alt="peta-seamountnya" width="350" height="375" /><br />
Peta lokasi temuan Seamount baru</p>
<p><strong>Sumber : CGGVeritas.com</strong></p>
<p>Nah..hasil survey menunjukan gunung ini memiliki topografi menyerupai kerucut dan bentuknya seperti kaldera yang luas (You know&#8230;caldera means it&#8217;s a volcano..). Pertanyaannya adalah, mengingat gunung api ini tidak berada pada volcanic arc seperti halnya gunung2 api umumnya di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara karena adanya subduksi, berarti kemungkinan yang ada adalah gunung api ini berasal dari Hotspot (spt di Hawaii) atau dari Spreading Centre Volcanism.</p>
<p>Untuk Spreading Center Volcanism pun masih mungkinkah?&#8230; mengingat semua jalur2 spreading center sudah dipetakan di bumi dan tidak ada spreading center di daerah Samudera Hindia dekat India &#8211; Indonesia (lihat gambar di bawah&#8230;sekalian cek ke paman Gugel..CMIIW), maka satu-satunya alasan yang bisa diterima adalah gunung api ini merupakan akibat aktivitas hotspot.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-170" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/spreading-center.jpg" alt="spreading-center" width="534" height="226" /></p>
<p>Peta lokasi spreading center di duina<br />
<strong>Sumber : Mainee.gov</strong></p>
<p>Hotspot seperti yang kita ketahui, berasal dari proses upwelling pada mantle plume yang materialnya naik ke atas kerak samudera dan kemudian membentuk gunung api. Sifat hotspot itu sendiri adalah basaltik dengan tipe letusan efusif yang hanya akan melelerkan lava.</p>
<p>Hotspot sendiri di muka bumi dari sumber yang didapat, ada 2 contoh (mungkin lebih cocok &#8220;kasus&#8221; ya ..hehe) yaitu seperti yang di Hawaii dan Christmas Island</p>
<p>Untuk yang di Hawaii, akar dari plume materialnya tidak putus dari pulau-pulau di situ, sehingga membentuk jalur pegunungan seperti yang kita lihat sekarang ini, dimana semakin jauh dari hotspot umurnya semakin tua. Sedangkan di Christmas Island (cek gambar di bawah), hotspot terjadi pada 60 juta tahun yang lalu dan kemudian berhenti karena pipa magmatiknya terputus, sehingga hanya terbentuk satu buah gunung api .</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-172" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/christmasislandarial11-300x225.jpg" alt="christmasislandarial11" width="300" height="225" /></p>
<p>Christmas Island, lokasi di selatan Indonesia, Samudera Hindia</p>
<p><strong>Sumber : foto NASA</strong></p>
<p>Lalu..bagaimana dengan gunung api temuan ini? Pertama perlu dipastikan dulu apakah gundukan ini benar-benar sebuah gunung api atau tidak? Apakah caldera yang dimaksud itu benar-benar sebuah caldera ataukah sebuah guyot? FYI..guyot adalah sebuah bentuk gundukan dengan permukaan atas rata yang terjadi karena erosi oleh air, angin dan proses atmosfir yang menyebabkan sebuah dataran mengalami proses subsidence secara gradual  &#8230; dari menjadi  <em>fringed reefed mountain</em>, koral atol dan akhirnya <em>flat topped submerged mountain </em>(buat yang kurang mengerti 3 istilah di samping.. sekali lagi tanya om gugel..saya sendiri  tidak mengerti banyak&#8230;OK ? <img src='http://suaragea.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Kenampakan guyot sendiri bisa dilihat dari gambar di bawah.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-168" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/06/guyot-300x101.jpg" alt="guyot" width="300" height="101" /></p>
<p>Kenampakan guyot<br />
<strong>Sumber : en.wikipedia.org</strong></p>
<p>Kabar terbarunya, ini memang benar sebuah seamount,bila dilihat dari batimetrinya (sumber : milis IAGI). Mungkin ada yang bisa menceritakan bagaimana mengkaitkan zona batimetri dengan keberadaan sebuah seamount? karena yang saya tulis tepat di atas adalah sebuah sitiran ..hehe</p>
<p>Yang juga jadi pertanyaan. pertama adalah mengapa gunung api (kita asumsikan sekarang bahwa itu benar2  gunung api yang berasal dari hotspot..OK? ) sebesar ini baru ditemukan sekarang? Kemungkinan besar karena daerah ini dari hasil tulisan orang-orang adalah daerah yang memang tidak ada ketertarikan untuk dieksplorasi&#8230; Tentu siapa yang mau mengeksplorasi hidrokarbon di daerah aman tentram seperti ini.</p>
<p>Salut untuk tim CGG Veritas yang melakukan survei seismik di lepas pantai Sumatera untuk membuat model geologi guna menambah pemahaman tentang mekanisme terjadinya tsunami. Ibarat sedang mau jalan kaki ke kampus, ketemu uang seratus ribu rupiah di jalan&#8230; Hehe.. Setidaknya bisa memperkaya kajian geologi Nusantara kita ini.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya adalah&#8230;lalu&#8230;bagaimana bila terjadi fenomena tsunami? Dengan dimensi yang sebesar itu, bisa-bisa satu kota Bengkulu tenggelam betul&#8230;? Well&#8230;just no need to be worry&#8230;kurang lebih seperti itu yang disampaikan dari <a class="content"> Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia</a> LIPI, Hery Harjono. Dia menyampaikan 2 hal : jenis magma penyusun gunung api ini tidak akan menyebabkan ledakan, serta sumber dari magmanya pun telah dijauhi, seperti halnya yang berada di Christmas Island. Jadi tidak perlu ada kekuatiran gunung api ini akan meletus, jaminnya. Namun siapa yang tahu? Bumi itu dinamis &#8230;., benar Jendral?</p>
<p>Sumber : milis IAGI, CGG Veritas dan berbagai sumber</p>
<p>Credit to : Bpk. Awang Satyana, Bpk. Rovicky dan rekan2 dari milis IAGI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/06/03/ditemukan-gunung-api-bawah-laut-raksasa-di-sebelah-barat-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Ekskursi Sedimentologi</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/05/29/praekskursi-sedimen/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/05/29/praekskursi-sedimen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 12:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugraha Hardika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedimentologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekskursi]]></category>
		<category><![CDATA[jonggol]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Bagi-bagi catatan tadi pagi&#8230;
Ekskursi sedimentologi, tujuan ke Jonggol. Jadwal, Sabtu, 30 Mei 2009. Berangkat dari Kampus ITB jam 6 pagi. Di bawah ini ada catatan dari briefing Jumat siang.
Tujuan:

Latihan deskripsi singkapan

Menentukan koordinat lokasi dengan GPS
Mengukur kedudukan lapisan       denga kompas geologi
Mengamati singkapan:       litologi, lapisan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Bagi-bagi catatan tadi pagi&#8230;</em></p></blockquote>
<p>Ekskursi sedimentologi, tujuan ke Jonggol. Jadwal, Sabtu, 30 Mei 2009. Berangkat dari Kampus ITB jam 6 pagi. Di bawah ini ada catatan dari briefing Jumat siang.<span id="more-156"></span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0in 0.375in; font-weight: bold; font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Tujuan:</p>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="1">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Latihan deskripsi singkapan</span>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="a">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Menentukan koordinat lokasi dengan GPS</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Mengukur kedudukan lapisan       denga kompas geologi</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Mengamati singkapan:       litologi, lapisan, struktur sedimen, </span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Melakukan dokumentasi       dengan:</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Foto singkapan</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="1">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Melakukan PPS (Pengukuran Penampang Stratigrafi)</span>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="a">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Mencatat data di lapangan</span>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="i">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Kedudukan lapisan</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Azimuth</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Lereng</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Jarak terukur</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="a">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Memproses data di Bandung</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="margin: 0in 0in 0in 0.75in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;">
<p style="margin: 0in 0in 0in 0.75in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;">
<p style="margin: 0in 0in 0in 0.375in; font-weight: bold; font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Peralatan:</p>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="1">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Pribadi</span>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="a">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Pakaian lapangan</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Sepatu lapangan</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Topi</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="1">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Kerja</span>
<ol style="margin-left: 0.375in; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; font-family: Calibri; font-size: 11pt;" type="a">
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Kompas &amp; Palu</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Pisau lipat</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Lup</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">HCl</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">GPS</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Busur derajat, penggaris</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Buku catatan</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Alat tulis, khususnya pensil       (H)</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Karet penghapus</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Obat P3K</span></li>
<li><span style="font-family: Calibri; font-size: 11pt;">Kamera Digital</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Maaf, kalau kurang lengkap, mohon ditambahin. Semoga berguna!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/05/29/praekskursi-sedimen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekskursi Petrologi 2009</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/05/27/ekskursi-petrologi-2009/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/05/27/ekskursi-petrologi-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 06:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Risa Triandari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Petrologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekskursi]]></category>
		<category><![CDATA[ekskursi petrologi]]></category>
		<category><![CDATA[emmy suparka]]></category>
		<category><![CDATA[padalarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Minggu tanggal 17 dan 24 Mei 2009, M.K. Petrologi (GL-2042) mengadakan ekskursi ke daerah Padalarang.
Dosen yang ikut adalah tentu saja dosen legendaris kita yang namanya sudah diabadikan di salah satu lagu Musang, Prof. Dr. Emmy Suparka.

Ekskursi ini dibagi menjadi dua shift agar pesertanya lebih sedikit hingga penyampaian materi dapat lebih efektif.
Eksursi ini melibatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Minggu tanggal 17 dan 24 Mei 2009, M.K. Petrologi (GL-2042) mengadakan ekskursi ke daerah Padalarang.</p>
<p>Dosen yang ikut adalah tentu saja dosen legendaris kita yang namanya sudah diabadikan di salah satu lagu Musang, Prof. Dr. Emmy Suparka.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-482" src="http://risatriandari.wordpress.com/files/2009/05/bu-emmy.jpg" alt="bu emmy" width="219" height="267" /></p>
<p>Ekskursi ini dibagi menjadi dua shift agar pesertanya lebih sedikit hingga penyampaian materi dapat lebih efektif.</p>
<p>Eksursi ini melibatkan banyak anggota GEA sebagai peserta maupun asisten.</p>
<p>Di bawah ini adalah kronologi dari ekskursi tgl 17 Mei (shift I).</p>
<p>06.00 &#8211; 07.30    : Apel pagi; pembagian peralatan kelompok yakni palu, kompas, dan HCl. Di utara gedung program studi.</p>
<p>07.30 &#8211; 08.30    : Perjalanan ke Padalarang</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-466" src="http://risatriandari.wordpress.com/files/2009/05/petro-bis1.jpg?w=300" alt="petro bis" width="240" height="180" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p>09.00 – 11.00    : Lokasi 1.A. &#8211; Pasir Tanggulun; lokasi 1.B. &#8211; Pasir Tanggulun; lokasi 1.C. – Pasir Bende;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-477" src="http://risatriandari.wordpress.com/files/2009/05/petro-11.jpg" alt="petro 1" width="500" height="123" /></p>
<p>11.00 – 13.00    : Lokasi 2 – Sungai Cibogo</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-478" src="http://risatriandari.wordpress.com/files/2009/05/petro-sungai.jpg?w=225" alt="petro sungai" width="225" height="300" /></p>
<p>13.00 – 14.30    : Isoma. Di SPBU terdekat.</p>
<p>15.00 – 16.00    : Lokasi 3 – Gua Pawon</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-479" src="http://risatriandari.wordpress.com/files/2009/05/petro-pawon.jpg?w=300" alt="petro pawon" width="300" height="225" /></p>
<p>16.00 – 18.00    : Lokasi 4 – Stone Garden</p>
<p>Ada alumni GEA yang mau berbagi kisah ekskursi Petrologi di masanya? Atau berbagi tips and tricks untuk ekskursi-ekskursi lainnya? Ditunggu, ya, tulisannya =)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/05/27/ekskursi-petrologi-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flysch</title>
		<link>http://suaragea.com/2009/05/25/flysch/</link>
		<comments>http://suaragea.com/2009/05/25/flysch/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 22:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramadhan Adhitama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sedimentologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaragea.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Flysch adalah sekuen batuan sedimen yang terdeposisi di fasies laut dalam di foreland basin dari pertumbuhan orogen. Flysch pada umumnya terdeposisi pada tahap awal orogenesis. Saat orogen sudah berkembang, foreland basin akan semakin dangkal dan molasse (sandstone, conglomerate, shales yang terbentuk di terrestrial atau laut dangkal yang terdeposisi diatas rantai pegunungan) terdeposit di bagian atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Flysch adalah sekuen batuan sedimen yang terdeposisi di fasies laut dalam di foreland basin dari pertumbuhan orogen. Flysch pada umumnya terdeposisi pada tahap awal orogenesis. Saat orogen sudah berkembang, foreland basin akan semakin dangkal dan<em> molasse</em> (sandstone, conglomerate, shales yang terbentuk di terrestrial atau laut dangkal yang terdeposisi diatas rantai pegunungan) terdeposit di bagian atas flysch. Terkadang dinamakan <em>syn-orogenic sediment</em>, yaitu sedimen yang terdeposit secara serentak pada pembentukan pegunungan.</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-126" src="http://suaragea.com/wp-content/uploads/2009/05/796px-carpathian_flysch_cm03.jpg" alt="796px-carpathian_flysch_cm03" width="478" height="360" /></p>
<h2>Sedimentologi</h2>
<p>Flysch merupakan sekuen sedimen yang cenderung <em>upwards fining</em> (menghalus ke atas). Biasanya pada bagian dasar terdapat conglomerate, yang akan secara gradual menghalus ke atas menjadi sandstone dan shale/claystone. Pada sekuen ini shale tidak terlalu banyak terdapat fosil, dan sandstone sering memiliki fraksi mika dan glaukonit.<br />
Flysch terbentuk pada lingkungan laut dalam, kondisi tenang dan linkungan dengan energi deposisi yang rendah. Pengecualian dari bagian kasar pada sekuen (conglomerate), merupakan endapan mass transport/turbidite yang disebabkan oleh orogenesa</p>
<h2>Tektonik</h2>
<p>Flysch biasa terbentuk di zona subduksi pada tahap <em>continental collision</em>.</p>
<p>Sumber : <em>The Penguin Dictionary of Geology </em>(D.G.A Whitten &amp; J.R.V. Brooks), <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flysch">en.wikipedia.org/wiki/Flysch</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaragea.com/2009/05/25/flysch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
