•  
  •  
  •  

Archive for the ‘Geologi’ Category

Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010

Beruntung dan gembira, itulah perasaan yang saya rasakan ketika mendapat kabar bahwa saya berkesempatan untuk ikut dalam Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010. Kegiatan ini diadakan atas prakarsa LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.

April 2010 lalu, saya (Brenda GL’07) dan Kevin (GL’05) berkesempatan untuk turut serta dalam kapal riset Baruna Jaya VIII untuk melakukan penelitian kondisi perairan di sekitar Bangka Belitung. Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, Suharsono, menambahkan bahwa para peserta terdiri atas peneliti dari kalangan dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir yang melakukan tugas akhir. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Syah Kuala, Universitas Patimura, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Peserta PKIM terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu kelompok biologi dan oseanografi. Saya dan Kevin tergabung dalam kelompok oseanografi. Kelompok pertama yaitu biologi berangkat dari Muara Baru, Jakarta, menuju daerah penelitian dengan berlayar menggunakan Baruna Jaya VIII pada tgl 4 April 2010 setelah mendapat pengayaan materi di Jakarta. Sedangkan kelompok oseanografi, berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat terbang pada tanggal 8 April 2010. Sesampainya di Pulau Belitung, kami diajak berkunjung ke salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, yaitu di Pantai Tanjung Tinggi. Kami disambut oleh hamparan pasir pantai yang putih, deburan ombak yang menghantam pantai, serta ciri khas pantai ini, yaitu bongkahan-bongkahan batuan granit beraneka ukuran yang terhampar luas di sekitar pantai. Setelah puas mengambil gambar, kami kemudian diantar menuju rumah dari Bu Muslimah, tokoh panutan dalam serial Laskar Pelangi sebelum ke penginapan kami di Hotel Martani, Belitong.

Setelah mendapatkan pengayaan materi tentang apa yang akan dilakukan kelompok kami, keesokan harinya kami berangkat menuju dermaga pelepasan Baruna Jaya VIII. Kelompok biologi telah tiba sehari sebelumnya dan setelah menyelesaikan laporan penelitian mereka, mereka akan diterbangkan pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat karena kapal Baruna Jaya VIII akan kami gunakan. Pada acara pelepasan yang dihadiri pejabat LIPI, DIKTI, Wakil Gubernur Prov. Babel, dan segenap tokoh masyarakat, hadir pula para pemeran di film Laskar Pelangi. Sebut saja Ical, Lintang, Harun, dan kawan-kawan lain.

Kemudian dimulailah hari pertama pelayaran. Kami mendapat arahan keselamatan dan kegiatan selama pelayaran. Tiga jam setelah berlayar, kami pun tiba di stasiun pertama. Kelompok Geologi dibimbing oleh Bapak Helfinalis, peneliti Geologi Laut dari P2O LIPI. Tim-tim lain juga mendapat pembimbing lain sesuai bidang keahlian masing-masing. Sedikit gambaran tentang apa saja yang dilakukan semua tim peneliti dengan latar yang berbeda. Setelah kami tiba di stasiun tertentu, semua tim akan mengambil posisinya di atas kapal. Sebuah alat yang dinamakan CTD akan diturunkan ke bawah laut untuk mengambil data salinitas, arah arus, temperatur, dan juga pengambilan sampel air laut pada kedalaman yang berbeda. Begitu alat ini dinaikkan, semua tim pun berbagi jatah. Tim logam berat, kimia hara, biologi, dan juga geologi mengambil contoh air dari berbagai kedalaman untuk dianalisis. Setelah CTD selesai digunakan, giliran tim plankton yang menurunkan jaring plankton Kitahara untuk pengambilan sampel plankton. Terakhir, giliran tim geologi kembali bekerja menggunakan gravity core untuk mengambil contoh sampel sedimen laut. Semua pekerjaan ini harus dilakukan sesuai urutan yang telah ditetapkan agar tidak ter jadi kontaminasi pada sampel. Contohnya, jika gravity core dilakukan terlebih dahulu sebelum CTD dan Kitahara, tentu saja air sekitar akan menjadi keruh dan mengkontaminasi sampel lainnya. Seperti biasa, core tersebut lalu dideskripsi untuk keperluan rekonstruksi bawah laut. Adapun analisis TSS (Total Suspended Solid) akan dilakukan setibanya di Jakarta di Lab Geologi Laut P20 LIPI.

Selama di kapal, kami belajar banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui. Misalnya apa saja yang dilakukan ahli geologi kelautan dan juga bagaimana ilmu geologi yang kami punya dapat membantu bidang keilmuan lain seperti biologi, fisika, plankton, kimia hara, dan kimia logam memahami kondisi perairan sekitar dan juga bagaimana kami menggunakan data yang mereka peroleh untuk mendukung analisis geologi yang kami buat. Misalnya, ketika terjadi perubahan arus laut atau kecepatan yang didapat oleh kelompok fisika, sebagai geologis maka kami akan diminta memberikan gambaran batimetri bawah laut untuk menjelaskan penyebab dari perubahan tersebut. Begitu juga dengan kelompok plankton ketika mendapat adanya kelimpahan plank ton yang tidak biasanya, maka mereka akan meminta masukan dari kelompok fisika dan geologi. Sebaliknya untuk geologi, kami dapat menggunakan data yang dimiliki oleh kelompok logam berat untuk membuat peta persebaran logam berat yang dibawa oleh sedimen dari daratan hasil pertambangan.

Kegiatan pengambilan sampel dilakukan dari pagi sekitar pukul delapan hingga pukul sembilan malam dengan total stasiun setiap harinya antara 6-7 buah. Antara satu stasiun ke stasiun lainnya biasanya ditempuh dalam 2-3 jam. Di antara waktu itu, semua tim melakukan kegiatan masing-masing tim, mulai dari preparasi sampel oleh kelompok biologi dan plankton, maupun destilasi oleh kelompok kimia hara dan logam berat. Hanya kelompok geologi yang tidak melakukan preparasi pada saat itu. Tetapi ketika kelompok lain telah kembali ke dalam kapal yang full AC, kelompok geologi masih berada di luar (dengan cuaca panas menyengat) untuk menunggu pengambilan core, mendeskripsi, dan membersihkan pipanya. Malam harinya, setelah stasiun terakhir telah selesai, kapal akan kembali mengitari rute yang dilalui sebelumnya untuk melakukan pengukuran batimetri multi sonar.

Tim Geologi PKIM 2010

Hidup bersama di kapal juga merupakan suatu pengalaman yang kami syukuri. Tidak pernah terbayang bahwa kami akan menghabiskan hampir 5 hari penuh berada di atas kapal. Semua kegiatan kami lakukan di atas kapal, mulai dari makan, minum, mandi, hingga tidur. Jangan dibayangkan bahwa kondisi Baruna Jaya VIII menakutkan. Sebaliknya, kapal ini sangat nyaman ditempati, bahkan seperti hotel berbintang. Kami dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari empat perserta dalam satu kamar tidur. Kapal ini juga dilengkapi kamar mandi berpemanas air, ruang dapur, ruang makan dengan makanan yang selalu tersedia setiap saat dalam jumlah yang sangat banyak, ruang rekreasi (biasa kami gunakan untuk mengerjakan laporan, berbincang, menonton film, mendengarkan musik, dan tentu saja tidur), serta laboratorium. Setelah semua stasiun telah dijelajahi, tibalah saatnya kami untuk kembali keesokan harinya. Malam itu, kami semua diminta untuk bersenang-senang dan berkaraoke bersama di ruang makan. Keesokan harinya, kapal pun kembali berlabuh di Pelabuhan Perikanan Muara Baru Dermaga Barat, Jakarta Utara. Setibanya di Jakarta, kami pun dijemput bus yang disiapkan panitia dan diantar berkunjung ke P2O LIPI di daerah Ancol, Jakarta Utara. Dari sana, kami lalu diantar kembali ke hotel Bintang di Jalan Raden Saleh untuk menyelesaikan leporan penelitian sebelum kepulangan kami keesokan harinya.

Profil Singkat Baruna Jaya VIII

Baruna Jaya (BJ) VIII adalah sebuah kapal riset paling mutakhir dengan jenis Multi Purpose Research Vessel yang dimiliki oleh Indonesia. Kapal penelitian laut yang dibuat di Kota Bergen, Norwegia, ini dibuat tahun 1997-1998 dan mulai diluncurkan 24 Mei 1998. Kapal Baruna Jaya diserahterimakan kepada Oseanografi-LIPI pada 27 Agustus 1998. Kapal ini tiba di Jakarta tanggal 27 Oktober 1998 yang dinahkodai oleh Kapten Daniel Irham. Perjalanan antara Norwegia-Indonesia ditempuh dalam waktu 2 bulan penuh. BJ VIII dilengkapi dengan berbagai macam peralatan untuk penelitian di laut lepas, baik di luar (dek) maupun di dalam kapal. Di luar kapal terdapat peralatan antara lain berupa CTD, jaring Kitahara, gravity core, dan sebagainya. Sedangkan di dalam terdapat beberapa laboratorium seperti laboratorium biologi, mikrobiologi, dan kimia. Hanya para teknisi kapal handal yang diijinkan untuk mengoperasikan peralatan di kapal ini.

Kapal BJ VIII layaknya sebuah hotel berbintang di atas laut. Hal ini disebabkan oleh lengkapnya sarana dan prasarana yang ada di dalamnya. Kamar tidur dilengkapi dengan pendingin udara, bunkbed, lemari, dan wastafel. Kamar mandinya memiliki sistem pemanas air. Terdapat ruangan untuk mencuci pakaian yang memuat 4 mesin cuci dan pengering. Dapur dan ruang makan di tingkat atas juga selalu menyediakan sarapan, makan siang, santapan sore, makan malam, supper, dan hidangan malam setiap hari tanpa henti. Kualitas dan kuantitas masakan tidak perlu disangsikan lagi, lezat dan sangat banyak. Ruang harian dilengkapi dengan televisi layar lebar. Tentu saja seluruh ruangan di kapal ini dilengkapi dengan pendingin udara.

Nama Instruktur dan Kapten Kapal

1.  Irham Daniel-Kapten Kapal Riset Baruna Jaya VIII

2.  Drs. Helfinalis, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Geologi

3.  Ir. Tumpak Sidabutar, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Plankton

4.  Drs. Hadikusumah-Instruktur bidang penelitian Fisika

5.  Zainal Arifin, Ph.D.-Instruktur bidang penelitian Logam Berat

6.  Prof. Drs. Ruyitno Nuchsin, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Mikrobiologi

7.  Drs. Muswerry Muchtar, M.Sc. APU-Instruktur bidang penelitian Kimia Hara

Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi kalian semua. Harapannya tentu tahun depan tetap ada peserta PKIM dari Teknik Geologi ITB. Dijamin, ini pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Kapan lagi bisa mengaplikasikan ilmu di laut (secara selama ini kita di darat terus kerjanya), dapat teman baru, dan tentu naik kapal penelitian tercanggih di Indonesia. Jika ingin bertanya, kontak saja saya, Pak Bambang, atau Ibu Suryantini (beliau pernah ikut kegiatan ini). Terima kasih..

NB:

1. Foto dilihat di facebook Brenda atau Kevin saja ya :)

2. Paper hasil penelitian bisa minta ke Brenda kalau mau baca-baca

It’s also geologists’ duty to explore and protect Indonesia’s sea

Sekilas Endmin: Kimberlit – Intan



Intan adalah salah satu mineral yang paling banyak di cari orang sebagai perhiasan. Intan merupakan mineral dengan struktur kristal yang kuat, disebabkan karena ikatan kovalennya yang kuat. Hasilnya, Intan memegang peringkat pertama dalam kekerasan batuan, konduktor termal, dan pendispersi cahaya yang paling indah. Susunan atomnya berupa ikatan antar atom C. Intan digunakan sebagai alat pemotong (misal dalam pemboran) dan pemoles.

Dalam geologi, intan dapat ditemukan dalam batuan Kimberlit. Kimberlit merupakan batuan beku ultramafik potasik yang kaya akan zat volatil, dan didominasi oleh mineral olivin. Karena dominasi mineral olivin, maka jenis kimberlit dibedakan berdasarkan mineral lain yang kurang dominan seperti monticellite (kalsium olivin, Ca2SiO4), phloglopite (magnesian biotit), diopsid (Ca-Mg klinopiroksen), serpentin atau kalsit, serta apatit, magnetit, kromit, garnet, intan dan mineral-mineral bertemperatur dan bertekanan tinggi lainnya.

Kimberlit

Kimberlit berasal dari kedalaman yang sangat tinggi, diperkirakan dari magma yang berasal dari mantel bagian atas. Teori pembentukkan kimberlit menyatakan bahwa magma asal berasal dari kedalaman sekitar 150 km, dan bergerak menerobos ke atas dengan kecepatan yang cukup tinggi, seperti balon yang dilepaskan dalam medium kental atau viskositas tinggi. Laju intrusi melambat di dekat permukaan dan tudung gas (gas cap) terbentuk di bagian atas intrusi. Tekanan yang tinggi akan meledakkan tudung gas ini, menyebabkan terbentuknya tuffisit (batuan intrusif fragmental akibat pelepasan ledakan gas) dan breksia di dalam dan sekitar kawah ledakan. Kimberlit dapat berupa intrusi dengan bentuk air mata atau tear drop.

Kimberlit dapat dibagi menjadi 3 fasies berdasarkan teksturnya

  • Hipabisal, bagian bawah kimberlit, porfiritik, dan merupakan hasil kristalisasi magma kimberlit
  • Diatrem, merupakan badan intrusi, mengandung fragmen-fragmen mantel dan kerak, lapili kimberlit, fragmen kimberlit, dan mineral-mineral penyusun kimberlit.
  • Kawah (crater), merupakan bagian atas sebuah kimberlit, didominasi oleh tuffisit dan breksia.

Tidak semua kimberlit mengandung intan. Salah satu panduan untuk eksplorasi adalah dengan melihat mineraloginya. Umumnya, mineral yang berasosiasi dengan intan adalah kromium diopsid, Magnesium Ilmenit, Mg-Al garnet yang mengandung kromium yang tinggi dan kalsium yang rendah.

- Dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -
- Gambar dari en.wikipedia.org -

Sekilas Endmin: Anortosit – Titanium


(Titanium, dari wikipedia)

Titanium merupakan logam dengan nomor atom 22 dan ditemukan oleh William Gregor di Inggris tahun 1791. Titanium dapat dicampur dengan besi, aluminium, vanadium, molibdenum dan unsur lain untuk membentuk logam campuran yang kuat dan ringan untuk pesawat (mesin jet, misil), keperluan militer, proses industri (kimia dan petrokimia, kertas), automotif, dan lain-lain.

Mineral yang mengandung titanium adalah mineral magnetit dan hematit yang mengandung titanium, atau mineral bijih titanium ilmenit (FeTiO3) dan rutile (TiO2). Kebanyakan mineral-mineral ini ditemukan dan berasosiasi dengan batuan beku anortosit dan endapan placer marin.

(Ilmenit, dari Wikipedia)

(Rutile, dari Wikipedia)

Anortosit yang mengandung mineral bijih titanium dapat dibagi menjadi dua pengertian:

  • Anortosit merupakan batu yang terdiri dari 90% atau lebih plagioklas intermedier hingga asam (anortit, atau An90-An100)
  • Ada juga mengatakan bahwa anortosit adalah batuan monomineral dengan mineral penyusun plagioklas An35 atau lebih

Pembentukkan anortosit dapat terjadi dengan cara:

  • Kristalisasi mineral pada proses crystall settling (seperti pada pengendapan endapan ortomagmatik atau early magmatic), sehingga endapan membentuk perlapisan atau layered mafic intrusion
  • Anortosit masif, berupa batuan pluton yang mengandung andesit dan labradorit (An35-An65)

Anortosit juga dapat terbentuk akibat partial melting dari komposisi toleit pada kedalaman rendah di astenosfir dan kemungkinan disebabkan akibat shallow rifting.

Pembentukkan mineral yang kaya akan titanium terjadi pada tahap akhir pembentukkan magma, dan kristalisasi titanium dikontrol oleh:

  • Kelimpahan awal Ti
  • Perubahan aktifitas kimia silika, aluminium, besi dan variabel tekanan parsial oksigen
  • Pembentukkan immiscible liquids yang kaya titanium
  • Temperatur kristalisasi

Karena anortosit termasuk dalam endapan early magmatic, batuan ini terbentuk di kontinen yang stabil.

- Disadur dari The Geology of Ore Deposits (Guilbert dan Park, 1986) -
- Gambar dari en.wikipedia.org -

Stylolite vs Fracture

Sebulan kemarin ini, saya ikut serta dalam pengukuran rekahan pada batuan inti di daerah Padalarang. Saat kegiatan berlangsung, ada diskusi yang cukup panas di antara dua alumni GEA mengenai stilolit dan rekahan. Alumni yang satu beranggapan bahwa stilolit merupakan produk tekanan (stress) sedangkan alumni yang lain beranggapan bahwa stilolit merupakan produk diaganesa. Yang satu mengatakan stilolit dapat disebabkan tektonik, yang satu lagi bilang tidak. Diskusi ini menarik karena menyentil pemahaman kita mengenai pembentukkan stilolit dan apa yang sebenarnya membedakannya dengan rekahan biasa.

Stilolit, berdasarkan buku Structural Geology oleh Twiss dan Moore (1992), merupakan hasil dari pelarutan yang terjadi selama deformasi pada temperatur rendah. Tucker dalam Sedimentary Petrology (2001) menyebutkan bahwa stilolit terbentuk akibat pressure dissolution, atau pelarutan yang terjadi akibat tekanan pada kontak antar butiran selama kompaksi. Berdasarkan kedua sumber ini, benar bahwa stilolit merupakan produk diagenesa (kompaksi) dan tidak salah bahwa stilolit merupakan produk deformasi.

Stilolit pada sayatan tipis packstone -dari en.wikipedia.org

Alumni Kompak (Untuk alumni penganut diagenetic-product-only stylolite ini kita sebut saja alumni kompak) mengatakan No!
Stress yang disebabkan tektonik, sangat berbeda dengan diagenesa. Diagenesa adalah proses yang dikontrol oleh waktu. Proses burial dalam diagenesa memerlukan waktu yang lama. Berbeda dengan proses tektonik yang cenderung mengakibatkan failure pada batuan secara tiba-tiba. Tektonik, lebih menyebabkan deformasi pada batuan, entah dia secara brittle atau ductile. Ketika batuan mengalami failure, kurva tekanan akan turun mendadak, menyebabkan stress mengecil dan strain (regangan) terus meningkat. Karena itulah proses tektonik lebih cenderung menghasilkan rekahan, atau pada kasus batuan ductile, lipatan. Berbeda dengan stilolit, dimana pressure dissolution memerlukan stress yang konstan dan tidak berubah selama waktu yang lama.

Gambar kurva stress (sumbu y) dan strain (sumbu x). Ketika kurva mencapai titik kekuatan maksimal batuan, garis kurva akan turun dan rekahan akan terbentuk -dari en.wikipedia.org

Alumni stress beranggapan (kita sebut saja alumni yang memegang pendapat stress-derived stylolite ini alumni stress) bahwa stress pada batuan, baik tektonik atau diagenesa (burial), dapat menyebabkan tekanan pada kontak antar butiran yang pada akhirnya menyebabkan pressure dissolution dan membentuk stilolit. Selama ada tekanan pada kontak antar butiran, bukan tidak mungkin stilolit akan terbentuk selama proses tektonik. Pengertian turunnya kurva stress lebih berarti bahwa ketika terjadi deformasi (misal rekahan) dibutuhkan stress yang lebih sedikit untuk menghasilkan strain yang lebih besar, tetapi tidak menunjukkan bahwa proses pemberian tekanan hilang atau berkurang. Karena itu, proses tektonik bisa saja sama konstannya dengan proses burial dan sekali lagi, dapat menyebabkan stilolit.
Diskusi antara kedua alumni ini tidak menemui titik temu. Masing-masing memegang pendapatnya, karena masing-masing telah mempercayai prinsip stilolitnya selama 4 tahun kuliah. Memang tidak mudah mengubah apa yang sudah kita percaya sejak lama. Geologi bukan textbook, dan apa yang terjadi di alam tidak pernah kita ketahui secara pasti, karena kita tidak mudah menemukan prosesnya secara langsung (ada yang pernah melihat pembekuan magma secara langsung?). Stilolit mungkin dapat disebabkan karena tektonik, mungkin juga hanya merupakan hasil diagenesa. Sampai saat ini pun, sejauh pengetahuan saya, belum ada suatu paper yang membahas perbedaan antara stilolit tektonik dan stilolit diagenesa (tolong perbaiki kalau salah).

Sepertinya stilolit ini, sesuai bentuknya, memang bikin pusing.

10 Keajaiban dunia Geologi yang tak kau ketahui…

Sebelumnya credit untuk bastian yang sudah menginformasikan tentang ini dan mencari gambar-gambarnya..hehe
Yang di bawah ini hasil searching dan translate dari web aslinya….

10 keajaiban tersebut yaitu :

1. The Wave (antara Arizona and Utah – USA)
Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. “The Wave” terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi batuan. Formasi batuan hanya dapat diakses melalui 3 mil pendakian kaki dan diatur secara ketat.

keajaiban2

2. Antelope Canyon (Arizona – USA)
Menjadi salah satu situs fotografi yang paling sering dikunjungi di baratdaya Amerika, Antelope Canyon berlokasi di dataran Navajo dekat Page, Arizona. Tersusun daru 2 bagian terpisah, bagian atas (“The Cracks”) dan bagian bawah (“The Corkscrew”=pembuka botol)

kajaiban1

3. Great Blue Hole (Belize, Afrika)
Bagian dari sistem terumbu Lighthouse, “The Great Blue Hole” terbaring kurang lebih 60 mil dari dataran utama di luar kota Belize. “The Great Blue Hole” memiliki ukuran besar, hampir membentuk lubang lingkaran sempurna dengan diameter kurang lebih 0.4 km dan menjadi salah satu tempat penyelaman luar biasa di muka bumi. Di dalam lubang ini, air memiliki kedalaman 145 meter dan memberikan warna biru tua yang menyebabkan tempat ini disebut “Blue Hole”.

keajaiban31

4. Crystal Cave of the Giants (Mexico, Amerika)
Ditemukan jauh di dalam penambangan di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk pada gua alami yang dibatasi seluruhnya dengan bedrock. Dapat dijumpai kristal-kristal yang sangat panjang, hingga yang setinggi pohon pinus dan pada beberapa keadaan, dapat memiliki warna perak dan emas translucent dengan bentuk yang beragam. “The Crystal Cave of the Giants” ditemukan pada tubuh batugamping yang mengandung perak-seng-timbal, dieksploitasi oleh pertambangan dan juga kemungkinan terlarut oleh fluida hidrothermal yang mengandung logam dan mengkritalisasi gipsum selama tahap penyusutan saat mineralisasi.

keajaiban4

5. Eye of the Sahara (Mauritania, Afrika)
Bentuk permukaan spektakular ini terdapat di Mauritania, pada bagian barat laut gurun Sahar dan berukuran sangat besar dengan diameter 30 mil yang terlihat mencolok dari luar angkasa. Disebut juga struktur Richat – atau mata Sahara – formasi ini diperkirakan berasal dari hantaman meteorit yang kuat, namun saat ini geologis percaya bahwa ini adalah hasil dari uplift dan erosi. Penyebab bentuknya yang bundar masih menjadi misteri.

keajaiban5

6. Blue Lake Cave (Brazil, Amerika)
Tempat terkenal dunia “Gruta do Lagu Azul” (Blue lake Cave) merupakan bangunan alami yang secara interior disusun oleh stalagtit, stalagmit dan danau biru raksasa yang sangat indah. Keindahan danau ini merupakan sesuatu yang sangat impresif. “The Blue Lake Cave” juga memiliki berbagai variasi formasi geologi namun warna biru yang sangat indah di dalamnya merupakan hal utama yang mengesankan dari danau ini.

keajaiban61

7. Giants Causeway (Irlandia, Eropa)
Area dengan kurang lebih 40.000 kolom-kolom basalt yang saling bersambung, “The Giants Causeway” merupakan hasil dari erupsi vulkanik di masa lampau. Berlokasi di pesisir timur laut dari Irlandia Utara, kebanyakan dari kolom ini berbentuk heksagonal, walaupun banyak juga dijumpai berbentuk empat, lima, tujuh dan delapan sisi. Kolom tertinggi sekitar 12 meter, dan terdapat lava yang membeku sedalam 28 meter di tebingnya. Pada polling tahun 2005 dari pembaca “Radiot Times”, lokasi ini disebut sebagai keajaiban alami keempat terbesar di Inggris.

keajaiban7

8. Hell Gate (Uzbekistan, Asia)
Dinamakan oleh penduduk lokal “Gerbang menuju neraka”, tempat ini berlokasi di dekat kota kecil Darvaz. Ketika geologis menggali untuk gas, 35 tahun yang lalu, mereka tiba-tiba menemukan gua bawah tanah yang sangat besar. Tidak ada yang berani untuk memasuki karena gua tersebut penuh terisi dengan gas, sehingga mereka membakarnya agar tidak ada gas beracun yang keluar dari lubang tersebut, dan semenjak itu terbakar. Tidak ada yang mengetahui berapa ton gas yang berkualitas telah terbakar selama bertahun-tahun dan nampak seperti tidak akan habis.

keajaiban8

9. Wave Rock (Australia)
“Wave Rock” adalah sebuah formasi batuan alami berlokasi di sebelah barat Australia. Namanya diambil dari fakta bahwa bentuknya yang menyerupai ombak laut tinggi yang pecah. Singkapan total menutupi beberapa hektar; bagian “ombak” dari batuan memiliki tinggi sekitar 15 meter dan kurang lebih 110 meter panjangnya. Salah satu aspek yang jarang diperlihatkan di fotografi adalah dinding penguat yang sekitar setengah bagian dari batuan.

keajaiban9

10. Chocolate Hills (Filipina, Asia)
Tersusun oleh sekitar 1268 lembah berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran yang seragam pada area lebih dari 50 kilometer persegi, formasi geologi yang tidak umum ini, dinamakan “Choclate Hills”, berlokasi di Bohol, Filipina. Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan pembentukan lembah ini. Beberapa meliputi pelapukan batugamping sederhana, vulkanisme sub-oseanik, uplift dari lantai samudera dan beberapa teori baru yang mengaitkan tentang runtuhnya gunung api aktif masa lalu yang memuntahkan blok besar batuan yang kemudian ditutupi batugamping dan akhirnya terdesak keluar dari laut.

keajaiban101

Itu dia… kriterianya lebih ke arah eksotismenya mungkin..Hehehe…

Ada juga versi yang memasukkan Danau Kelimutu (tiga warna), Green Canyon (note: bukan Grand Canyon, tapi yang di Pangandaran) dan danau berwarna pink di Australia ke dalam sini. Semua orang punya penilaian tersendiri, benar?

Tugas Laporan Ekskursi Sedimen

Teman-teman GEA…
Berikut ini adalah Tugas Laporan Ekskursi Sedimentologi yang baru…
Tugas ini adalah tugas yang dibuat Oleh Dosen kita Bpk. Theo Matasak. Read more »

 

July 2010
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031