•  
  •  
  •  

Archive for the ‘Share the Story’ Category

7 GEA hadir di SEG-MGEI Gold Deposit Workshop di UGM, Yogyakarta

“Setelah GSC selanjutnya, piala itu kan berlabuh di himpunan GEA”, kata GEA. “Tapi kita tak kan datang jauh-jauh ke Bandung sebagai pengantar piala ini”, sahut HMTG UGM. “Well, let’s see…”, tantang GEA

Rabu, 7 Oktober 2009, 7 orang GEA (Aurio Erdi, Resti Samyati, Eko Suwarno, Dewi Prihatini, Hardika Nugraha, Wildan Mussofan, Albert Julian Gurning)berangkat dari Stasiun Kiara Condong naik kereta api ekonomi pada jam 20.30 menuju ke arah Jogja. Di hari-hari sebelumnya, 7 orang ini memadatkan jadwal praktikumnya, agar di hari Kamis dan Jumatnya bisa tenang menghadiri sebuah acara yang digelar di Gedung TU Fakultas Teknik UGM. Tak heran, jika wajah-wajah mereka ketika di kereta  begitu kusam, kucel, kelelahan setelah berurusan dengan tugas dan praktikum yang padat.

Kamis pagi, 06.10 waktu setempat, mereka tiba di Jogja, bermodalkan gambar print screen dari Google Earth, mereka menuju ke Hotel Terban, di jalan C. Simanjuntak, Jogjakarta. Selain dekat dengan UGM, harga sewa per malamnya yang di bawah Rp 30.000 menjadi alasan bagi mereka tuk menginap di sana.

Pukul 8.45, akhirnya sampai di Gedung yang dimaksud, walau sempat tersesat di UGM yang lumayan luas. Telat 15 menit dari jadwal, mereka bergegas registrasi dan duduk di kursi yang telah disediakan. Di akhir acara, banyak dari GEA yang berkenalan, beramah tamah dengan HMTG Teknik Geologi UGM. Dan GEA pun diantar pulang Hotel Terban oleh mereka.

Dari kiri ke kanan, Aurio Erdi, Resti Samyati, Craig Hart, Hardika Nugraha, Dewi Prihatini, dan Albert Julian G (2 GEA lainny sedang beli tiket pulan!)

Dari kiri ke kanan, Aurio Erdi, Resti Samyati, Craig Hart, Hardika Nugraha, Dewi Prihatini, dan Albert Julian G (2 GEA lainnya sedang beli tiket pulang!)

Acara di Gold Deposit Workshop ini berlangsung selama 2 hari. 7 GEA nampak antusias menghadiri acara ini, walau seringkali tampak dari raut wajauhnya kerutan kening, tanda tak paham. Maklumlah, selain kendala bahasa inggris, GEA-GEA yang berangkat adalah GEA 2007 yang baru saja mendapat mata kuliah Endapan Mineral pada semester ini (materi terakhirnya baru Pegmatit).

Tak bisa dipungkiri, bukan hanya Gold Deposit saja ilmu yang mereka dapat. HMTG Teknik Geologi UGM banyak menginspirasi mereka. Walau sama-sama berada di tingkat 3, nampaknya pengalaman dan pengetahuan mereka tentang geologi sedikit lebih banyak dari pada GEA. Tersadar akan hal ini, 7 GEA tersebut bersemangat tuk belajar jauh lebih keras, agar dapat mengharumkan nama GEA dan ITB. Lebih-lebih bila melihat piala bergilir GSC yang dipajang rapi bersama piala-piala lain yang ukurannya lebih kecil dari piala GSC.

Piala bergilir GSC, semangat Brur, tahun depan, milik kita!

Piala bergilir GSC, semangat Brur, tahun depan, milik kita!

Malam di hari yang sama, peserta telah mendaftar SEG Student Member diajak untuk mentoring di restoran Pondok cabe yang dekat dengan Hotel Terban tempat mereka menginap. 7 orang GEA yang telah formulir registrasi Student Member SEG kompak menghadiri jamuan makan malam tersebut. Selain berdiskusi dengan Steve Garwin (pengisi materi tentang Porphiry Au Deposits) mengenai materi yang tadi ia sampaikan, ada juga diskusi tentang membangun SEG Student Chapter (semoga saja bisa segera terlaksana, walau sebenarnya ada kendala di Faculty Advisory). GEA yang lain juga menyempatkan ngobrol dengan rekan lamanya di SMA dan ada juga GEA yang masih berbincang ramah dengan salah seorang HMTG UGM.

Tak terasa, tiba-tiba sudah hari Sabtu, 7 GEA harus balik ke Bandung untuk segera menyelesaikan tugas-tugas mereka yang tertunda. Maaf, belum bisa cerita banyak tentang Gold Depositnya, tapi sesegera mungkin, mereka akan mempresentasikan apa yang mereka dapat (baca: paham) di Workshop kemarin. Banyak kenangan, banyak cerita dari Jogja. Tak hanya tentang Gold Deposits, di angkringan bersama HTMG UGM sambil ngopi joss, jalan miring karena hati tak lurus (katanya!) ketika mencoba berjalan di antara dua pohon besar di alun-alun selatan Jogja, inggris super kacau ketika ngobrol dengan Pak Steve, cinta lokasi GEA wati dengan HMTG UGM wan akibat dibonceng pulang dan karena sering ngobrol berdua, bersepeda tua berangkat ke UGM (freak, dilihatin orang satu fakultas! Harusnya lepas jakun dulu…), jalan-jalan di Malioboro, dan masih banyak kejadian lainnya mewarnai indahnya cerita mereka di Jogja kemarin. Sampai jumpa Jogja!!

Bersepeda keliling Jogja, selain mereka gunakan untuk beli oleh-oleh, sepeda ini juga yang mengantar mereka tiba di kampus teknik UGM

Bersepeda keliling Jogja, selain mereka gunakan untuk beli oleh-oleh, sepeda ini juga yang mengantar mereka tiba di kampus teknik UGM

Bagi-Bagi Cerita Liburan: Dieng

Halo rekan2 GEA sekalian.. Sebelumnya mungkin mau mewakili satu sama lain melalui Suara GEA untuk mengucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadan bagi yang menjalankan =) Dan selamat liburan + mudik sebentar lagi! Jangan lupa bagi yang ada THR (Tugas Hari Raya) segera buat timeline untuk planning bikin tugasnya biar ga numpuk di H-1 :p

Hmm jadi post ini sekedar bagi2 cerita liburan temen2 GEA 07 nih.. Liburannya juga udah lumayan basi yakni liburan Juli kemarin ^^’
Ceritanya libudieng surge 2rannya agak2 geowisata gitu deh..

Jadi kami berdelapan yaitu saya Risa/Sate, Wulan, Rainy, Lely, Resti, Wildan, Fadli/Giring, dan Fitrah liburan kemarin pergi backpacking ke beberapa kota di Jawa Tengah.. (Jujur saja trigger awalnya karena mendengar cerita impulsive backpacking-nya Hanna dan Selly GEA 05 di bus pulang ekskursi sedimen di akhir semester lalu ^^) Trayeknya yaitu: Bandung – Solo – Wonosobo – Dieng – Yogya – Bandung. (Tadinya dari Yogya mau cabs ke Bali sekalian tapi gara2 ada kabar2 Bali siaga flu babi jadinya ga jadi deh. Dan, btw, di Solo kami nginep di rumahnya Brenda lho.)

Mungkin yang mau saya highlight di sini adalah petualangan selama di Diengnya kali ya.. Siapa tau aja ada yg tertarik ke Dieng juga kapan2 =)
Saya sebenarnya termasuk yang pemula banget masalah backpacking2an gini. Jadi mohon maaf klo info yg disampaikan kurang memadai.. Oiya, ada foto2nya di bawahh!

How to get to Dieng from Bandung?

Harusnya bisa sih langsung ke Wonosobo-Dieng naik bus seharga 100ribuan..

Tapi kalau rute kami kmaren: dari Bandung naik kereta ekonomi dari Kiara Condong ke Balapan, Solo (Rp37ribu) (10 jam perjalanan)
Dari situ naik bis ke Wonosobo (Rp15ribu..klo ga salah inget ^^’ ) trus lanjut bus ke Dieng (Rp5ribu) (2,5 jam perjalanan)

*naik keretanya yg malem aja biar ga gerah.. dan biar pasti dapet tempat duduk, naiknya dari stasiun Padalarang aja sekalian. Jadi dari stasiun Bandung ke Padalarang dulu..agak ribet sih..tapi pasti duduk. Klo kemarin tu kita berdelapan cuma dapet 4 kursi, jadi selama 10 jam itu ganti2an deh duduk-berdiri.

Where should we stay in Dieng?

Di motel Bu Jono. Murah, meriah, bersahabat! Semalam cuman Rp150ribuan, dan kemarin karna patungan berdelapan jadi bayarnya seorang cuma Rp32ribu. Pegawai motelnya ada yang berprofesi jadi tour guide juga..(namanya mas Dwi, btw). Jadinya kita gampang koordinasinya klo mau dianterin jalan2 seputar Dieng.

What should we do at Dieng?

Trekking pastinyaa. Dari jam 4 subuh sampe jam 12 siang kita bisa minta dianterin keliling Dieng. (Rp160ribu..klo ga salah inget lagi ^^’)
- Hiking + sunrise-viewing
- Main2 di kebun kentang
- Liat2 kawah sulfur
- Liat2 Telagawarna
- Liat2 candi2

Any other thing we should know upon planning to visit Dieng?

- jgn lupa bawa baju hangaatt! sarung tangan, kaos kaki, jaket tebel, balaclava, dll bcos its so brrrrrrrrr in there. especially before dawn.
- jgn lupa bawa kamera untuk foto2 pemandangan..
- jgn lupa pinjem dan baca2 buku all about Dieng sama2 pegawai di motel Bu Jono.. mereka biasanya nawarin sih, tapi in case mereka lupa, tanya aja =)
- jgn lupa bawa cash yaa. karna di Dieng ga ada ATM dan harus turun ke Wonosobo (30 menitan) klo mau ke atm terdekat.

Happy backpacking! :)

Innalillahi wainaillahi rojiun – Selamat Jalan Yogie

Yogie,
semoga dirimu diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
semoga diampuni dosa-dosamu dan diterima amal baikmu.
semoga keluarga dan teman-teman mu tabah, diberikan kesabaran, dan kekuatan.
semoga teman-temanmu bisa melanjutkan cita-citamu.

hari ini indonesia dan geologi kehilangan satu putra terbaik bangsa, semoga hari ini jugalah muncul seribu Yogie-Yogie yang baru.
hari ini GEA kehilangan salah seorang dari teman berhimpunnya, semoga semangat yogi tetap hidup dan terpatri di hati kita semua, semoga semangat kebersamaan teman-teman tidak pernah hilang.

Innalillahi wainaillahi rojiun – Selamat Jalan Yogie.

SURVEY CILETUH 3-6 June 09

Redaksi:
Berikut adalah cerita Fikri ‘Padank’ Yunus tentang survey ke Ciletuh untuk ekspedisi GEA bulan Agustus nanti. Ekspedisi ini merupakan kerjasama antara AAPG dan Divisi Keprofesian GEA (dalam hal ini subdivisi Geologi Lapangan yang paling punya acara).

Untuk para GEA, mungkin catatan harian Padank ini bisa dijadikan referensi sebelum berangkat bulan Agustus. Bacanya aja udah berasa seru. Yah, hitung-hitung teaser, lah yah :)

Untuk Padank, makasih sudah mau berbagi :)

02


Selasa (02/06/09),
Aldyth (Ketua Ekspedisi Ciletuh) bangun2 langsung inget kl Rabu ada survey Ciletuh. Tanpa mandi langsung ngeprint peta sama beli pil Kina (obat anti malaria). Siangnya langsung diadakan briefing singkat dibawah komando Bagas (Bastian Ganteng Sekali) si ketua AAPG di Klompe untuk membahas persiapan dan rute survey (termasuk transport). Langsung saja holosen (aka Aditya Prasetya) sebagai dan logistik  kaderisasi diangkat sebagai ketua logistik survey (sekalian pelatihan bwt tar kaderisasi :D ) dan Ajat sebagai ketua lapangan. Awalnya terkendala masalah transport, harusnya si kotak (aka Manda GEA ‘07) ikut survey dan menyediakan transport. Namun sayang, tiba2 dia jatuh sakit (cepet sembuh yaa man) jadi gagal ikut survey. Lalu Aldyth memutuskan tetap berangkat dengan angkutan umum :( .

Sorenya langsung persiapin logistik (peta, kompas, palu, makanan, rokok, tenda, dan peralatan lapangan lainnya.) Sayang sore itu hujan, terpaksa holosen harus bekerja lembur sampai malam (holosen emang dewa). Awalnya ada 8 orang yang ikut survey (Aldyth, Roy, Padanx, Dipokuda, holosen, Ajat, Bagas dan Gofur), sayang Gofur harus ngerjain sedimen (sayang sekali), jadi yang berangkat cuma 7 orang.

01

Rabu (03/06/09),
sesuai hasil briefing hari selasa, dputuskan kita berangkat jam 07.00WIB. Lagi2 ngaret karena gw ktiduran (baru bangun jm setengah 7, hehehe sori boy). Akhirnya berangkat jam8 pagi menuju Leuwi Panjang. Setiba di Leuwi Panjang langsung naik bus ke Sukabumi. Sampe di Sukabumi jam 13.00. Langsung disambung dgn bus ke Pelabuhan Ratu. Sampe di Pelabuhan Ratu jam 16.00.

Sayang sekali, setiba di Pelabuhan Ratu, Elf  ke Ciwaru sudah nggak ada lg (terakhir jm 15.00). Akhirnya istirahat dan makan dulu di Pelabuhan Ratu sekalian sewa angkot. Setelah dapet sewa angkot, langsung berangkat ke Desa Ciwaru (daerah Palangpang). Buseeeet… jalannya jeleeeek bangeeeeettttt…. sampe bumper angkotnya hancur :( Terpaksa kami melebihkan biaya sewa angkot bwt bantu2 biaya bnerin bumper angkot (kasian sopir angkotnya brur). Read more »

Halo GEA

thanks buat gebot puti yang uda bikinin account untuk jadi contributor di SurGe.

kali ini, gw mau kenalan dulu deh sama adek2 yang lebih muda dan bagi2 tips buat yang mau berangkat karsam.

nama gw cessy angkatan 2002, dilantik jadi gea tanggal 5 mei 2003. jangan ketuker sama chessy angkatan 2001 ya, atau jangan juga ketuker sama adya 2005, karena kebetulan nama panjang gw juga ada adya2 nya.

SurGe jaman dahulu kala bentuknya mungkin mirip mini tabloid (paling enggak waktu gw megang SurGe), bentukan SurGe yang sekarang lebih mantab dan gw harap bisa terus diwariskan ke angkatan berikutnya. Amin.

nah sekarang buat temen2 yang mau berangkat karsam! siapkan mental dan fisik! kalau dulu yang namanya “diksar” itu uda dianggap menyiksa batin dan tenaga kalian, karsam terasa lebih nyiksa kalau kalian ga siap.

persiapan kuliah yang diadaain Pak Bambang dan tim kayaknya uda oke banget, sampai pemilihan asisten yang mulai tahun kemaren harus melewati tahap wawancara dan hanya dipilih asisten yang TA nya TA A (gw termasuk asisten yg ga lolos kualifikasi, hehe).

yang penting adalah persiapan temen2 sebagai peserta. pikirin bener2 apa yang bisa membuat kalian nyaman selama 1 bulan di lapangan jauh dari keluarga, temen kostan, dan mungkin pacar. bagi yang harus terus ngabsen sama pacar, ga usah khawatir, uda ada sinyal kok di karsam, sejak angkatan 2003 karsam.

sekedar perbandingan sama apa yang gw bawa sewaktu karsam ya, mungkin bisa dijadikan acuan.

semua alat tulis gw kasih nama, sama kayak waktu diksar, paling ga kalo ada yg minjem gampang nyarinya, susah loh nyari alat tulis kalo lagi pusing bikin laporan lapangan. hehe. alat tulis yang gw bawa gw usahain selengkap mungkin, dari mulai bolpen, pensil, isi pensil, penghapus, pensil warna, spidol marker, spidol biasa, rautan, penggaris panjang, penggaris pendek, penggaris segitiga, dan busur. mending bawa lengkap daripada bingung disana harus beli dimana.

baju, usahain bawa baju yang nyaman untuk dipake di cuaca yang panas, dan biasanya pas materi-materi tertentu selalu hujan, misalnya LK, mitos ini Pak Bambang sendiri lho yang bilang, tiap LK itu biasanya ujan. jadi bawa jas hujan juga yang nyaman dipake. jakun pastinya jadi favorit outfit selama disana, jd berbahagialah temen2 yg punya cadangan jakun.
Read more »

 

March 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031