•  
  •  
  •  

Archive for June, 2009

10 Keajaiban dunia Geologi yang tak kau ketahui…

Sebelumnya credit untuk bastian yang sudah menginformasikan tentang ini dan mencari gambar-gambarnya..hehe
Yang di bawah ini hasil searching dan translate dari web aslinya….

10 keajaiban tersebut yaitu :

1. The Wave (antara Arizona and Utah – USA)
Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. “The Wave” terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi batuan. Formasi batuan hanya dapat diakses melalui 3 mil pendakian kaki dan diatur secara ketat.

keajaiban2

2. Antelope Canyon (Arizona – USA)
Menjadi salah satu situs fotografi yang paling sering dikunjungi di baratdaya Amerika, Antelope Canyon berlokasi di dataran Navajo dekat Page, Arizona. Tersusun daru 2 bagian terpisah, bagian atas (”The Cracks”) dan bagian bawah (”The Corkscrew”=pembuka botol)

kajaiban1

3. Great Blue Hole (Belize, Afrika)
Bagian dari sistem terumbu Lighthouse, “The Great Blue Hole” terbaring kurang lebih 60 mil dari dataran utama di luar kota Belize. “The Great Blue Hole” memiliki ukuran besar, hampir membentuk lubang lingkaran sempurna dengan diameter kurang lebih 0.4 km dan menjadi salah satu tempat penyelaman luar biasa di muka bumi. Di dalam lubang ini, air memiliki kedalaman 145 meter dan memberikan warna biru tua yang menyebabkan tempat ini disebut “Blue Hole”.

keajaiban31

4. Crystal Cave of the Giants (Mexico, Amerika)
Ditemukan jauh di dalam penambangan di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk pada gua alami yang dibatasi seluruhnya dengan bedrock. Dapat dijumpai kristal-kristal yang sangat panjang, hingga yang setinggi pohon pinus dan pada beberapa keadaan, dapat memiliki warna perak dan emas translucent dengan bentuk yang beragam. “The Crystal Cave of the Giants” ditemukan pada tubuh batugamping yang mengandung perak-seng-timbal, dieksploitasi oleh pertambangan dan juga kemungkinan terlarut oleh fluida hidrothermal yang mengandung logam dan mengkritalisasi gipsum selama tahap penyusutan saat mineralisasi.

keajaiban4

5. Eye of the Sahara (Mauritania, Afrika)
Bentuk permukaan spektakular ini terdapat di Mauritania, pada bagian barat laut gurun Sahar dan berukuran sangat besar dengan diameter 30 mil yang terlihat mencolok dari luar angkasa. Disebut juga struktur Richat – atau mata Sahara – formasi ini diperkirakan berasal dari hantaman meteorit yang kuat, namun saat ini geologis percaya bahwa ini adalah hasil dari uplift dan erosi. Penyebab bentuknya yang bundar masih menjadi misteri.

keajaiban5

6. Blue Lake Cave (Brazil, Amerika)
Tempat terkenal dunia “Gruta do Lagu Azul” (Blue lake Cave) merupakan bangunan alami yang secara interior disusun oleh stalagtit, stalagmit dan danau biru raksasa yang sangat indah. Keindahan danau ini merupakan sesuatu yang sangat impresif. “The Blue Lake Cave” juga memiliki berbagai variasi formasi geologi namun warna biru yang sangat indah di dalamnya merupakan hal utama yang mengesankan dari danau ini.

keajaiban61

7. Giants Causeway (Irlandia, Eropa)
Area dengan kurang lebih 40.000 kolom-kolom basalt yang saling bersambung, “The Giants Causeway” merupakan hasil dari erupsi vulkanik di masa lampau. Berlokasi di pesisir timur laut dari Irlandia Utara, kebanyakan dari kolom ini berbentuk heksagonal, walaupun banyak juga dijumpai berbentuk empat, lima, tujuh dan delapan sisi. Kolom tertinggi sekitar 12 meter, dan terdapat lava yang membeku sedalam 28 meter di tebingnya. Pada polling tahun 2005 dari pembaca “Radiot Times”, lokasi ini disebut sebagai keajaiban alami keempat terbesar di Inggris.

keajaiban7

8. Hell Gate (Uzbekistan, Asia)
Dinamakan oleh penduduk lokal “Gerbang menuju neraka”, tempat ini berlokasi di dekat kota kecil Darvaz. Ketika geologis menggali untuk gas, 35 tahun yang lalu, mereka tiba-tiba menemukan gua bawah tanah yang sangat besar. Tidak ada yang berani untuk memasuki karena gua tersebut penuh terisi dengan gas, sehingga mereka membakarnya agar tidak ada gas beracun yang keluar dari lubang tersebut, dan semenjak itu terbakar. Tidak ada yang mengetahui berapa ton gas yang berkualitas telah terbakar selama bertahun-tahun dan nampak seperti tidak akan habis.

keajaiban8

9. Wave Rock (Australia)
“Wave Rock” adalah sebuah formasi batuan alami berlokasi di sebelah barat Australia. Namanya diambil dari fakta bahwa bentuknya yang menyerupai ombak laut tinggi yang pecah. Singkapan total menutupi beberapa hektar; bagian “ombak” dari batuan memiliki tinggi sekitar 15 meter dan kurang lebih 110 meter panjangnya. Salah satu aspek yang jarang diperlihatkan di fotografi adalah dinding penguat yang sekitar setengah bagian dari batuan.

keajaiban9

10. Chocolate Hills (Filipina, Asia)
Tersusun oleh sekitar 1268 lembah berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran yang seragam pada area lebih dari 50 kilometer persegi, formasi geologi yang tidak umum ini, dinamakan “Choclate Hills”, berlokasi di Bohol, Filipina. Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan pembentukan lembah ini. Beberapa meliputi pelapukan batugamping sederhana, vulkanisme sub-oseanik, uplift dari lantai samudera dan beberapa teori baru yang mengaitkan tentang runtuhnya gunung api aktif masa lalu yang memuntahkan blok besar batuan yang kemudian ditutupi batugamping dan akhirnya terdesak keluar dari laut.

keajaiban101

Itu dia… kriterianya lebih ke arah eksotismenya mungkin..Hehehe…

Ada juga versi yang memasukkan Danau Kelimutu (tiga warna), Green Canyon (note: bukan Grand Canyon, tapi yang di Pangandaran) dan danau berwarna pink di Australia ke dalam sini. Semua orang punya penilaian tersendiri, benar?

SURVEY CILETUH 3-6 June 09

Redaksi:
Berikut adalah cerita Fikri ‘Padank’ Yunus tentang survey ke Ciletuh untuk ekspedisi GEA bulan Agustus nanti. Ekspedisi ini merupakan kerjasama antara AAPG dan Divisi Keprofesian GEA (dalam hal ini subdivisi Geologi Lapangan yang paling punya acara).

Untuk para GEA, mungkin catatan harian Padank ini bisa dijadikan referensi sebelum berangkat bulan Agustus. Bacanya aja udah berasa seru. Yah, hitung-hitung teaser, lah yah :)

Untuk Padank, makasih sudah mau berbagi :)

02


Selasa (02/06/09),
Aldyth (Ketua Ekspedisi Ciletuh) bangun2 langsung inget kl Rabu ada survey Ciletuh. Tanpa mandi langsung ngeprint peta sama beli pil Kina (obat anti malaria). Siangnya langsung diadakan briefing singkat dibawah komando Bagas (Bastian Ganteng Sekali) si ketua AAPG di Klompe untuk membahas persiapan dan rute survey (termasuk transport). Langsung saja holosen (aka Aditya Prasetya) sebagai dan logistik  kaderisasi diangkat sebagai ketua logistik survey (sekalian pelatihan bwt tar kaderisasi :D ) dan Ajat sebagai ketua lapangan. Awalnya terkendala masalah transport, harusnya si kotak (aka Manda GEA ‘07) ikut survey dan menyediakan transport. Namun sayang, tiba2 dia jatuh sakit (cepet sembuh yaa man) jadi gagal ikut survey. Lalu Aldyth memutuskan tetap berangkat dengan angkutan umum :( .

Sorenya langsung persiapin logistik (peta, kompas, palu, makanan, rokok, tenda, dan peralatan lapangan lainnya.) Sayang sore itu hujan, terpaksa holosen harus bekerja lembur sampai malam (holosen emang dewa). Awalnya ada 8 orang yang ikut survey (Aldyth, Roy, Padanx, Dipokuda, holosen, Ajat, Bagas dan Gofur), sayang Gofur harus ngerjain sedimen (sayang sekali), jadi yang berangkat cuma 7 orang.

01

Rabu (03/06/09),
sesuai hasil briefing hari selasa, dputuskan kita berangkat jam 07.00WIB. Lagi2 ngaret karena gw ktiduran (baru bangun jm setengah 7, hehehe sori boy). Akhirnya berangkat jam8 pagi menuju Leuwi Panjang. Setiba di Leuwi Panjang langsung naik bus ke Sukabumi. Sampe di Sukabumi jam 13.00. Langsung disambung dgn bus ke Pelabuhan Ratu. Sampe di Pelabuhan Ratu jam 16.00.

Sayang sekali, setiba di Pelabuhan Ratu, Elf  ke Ciwaru sudah nggak ada lg (terakhir jm 15.00). Akhirnya istirahat dan makan dulu di Pelabuhan Ratu sekalian sewa angkot. Setelah dapet sewa angkot, langsung berangkat ke Desa Ciwaru (daerah Palangpang). Buseeeet… jalannya jeleeeek bangeeeeettttt…. sampe bumper angkotnya hancur :( Terpaksa kami melebihkan biaya sewa angkot bwt bantu2 biaya bnerin bumper angkot (kasian sopir angkotnya brur). Read more »

Tata Cara Penulisan Paper

Hai temen-temen GEA… wah udah menjelang libur smester genap nih… Malah mungkin sebagian GEA-GEA sudah ada yang pulang ke “kota” halamannya masing-masing yah…? Libur smester ini kalau dihitung-hitung sampai 2,5 (baca: “dua setengah”) bulan lho.. Wah,, waktu yang panjang ya.. Tapi dengan waktu yang begitu panjang kalau ga ada kerjaan bisa bikin BT juga tuh… :(

Nah, gimana kalau mengisi waktu liburan ini buat bikin PAPER… Mmm, pasti seru kan? Mumpung ada waktu dan kesempatan bisa langsung turun ke lapangannya.. Selain itu juga kesempatan barangkali ada fenomena-fenomene geologi di daerah kalian yang unik dan bagus untuk diangkat menjadi sebuah penelitian… Jadi, kalau ada lomba nanti kita gak usah repot-repot ngejar deadline. Tinggal kirim aja paper kita yang udah jadi…

Saya ingin sedikit berbagi walau sebenarnya saya juga belum memiliki banyak pengalaman nulis paper… :)

Pada dasarnya dalam penulisan paper ilmiah, ada sebuah format penulisan yang mencakup hal-hal berikut :

Judul

Nama Penulis

Alamat/ Institusi

- – - – - – - – - – - – - – - -

Abstrak

Kata kunci

- – - – - – - – - – - – - – - -

Pendahuluan

- – - – - – - – - – - – - – - -

Metodologi Penulisan

- – - – - – - – - – - – - – - -

Hasil Penelitian

- – - – - – - – - – - – - – - -

Pembahasan dan Diskusi

- – - – - – - – - – - – - – - -

Kesimpulan dan Saran

- – - – - – - – - – - – - – - -

Ucapan Terimakasih

- – - – - – - – - – - – - – - – -

Daftar Pustaka

- – - – - – - – - – - – - – - – -

Read more »

Tugas Laporan Ekskursi Sedimen

Teman-teman GEA…
Berikut ini adalah Tugas Laporan Ekskursi Sedimentologi yang baru…
Tugas ini adalah tugas yang dibuat Oleh Dosen kita Bpk. Theo Matasak. Read more »

Ditemukan Gunung Api bawah laut raksasa di sebelah barat Sumatera…?

Well.. sekedar sharing saja dari hasil searching2 internet dan beberapa milis..

Jadi ceritanya minggu kemarin ada kabar yang cukup besar (setidaknya sampai ke koran :P ) bahwa telah ditemukan sebuah gunung api bawah laut raksasa oleh beberapa peneliti dari CGG Veritas (silakan klik link-nya klo mau tau lebih lanjut ttg CGG Veritas..) di sebelah barat Sumatera. Letaknya kurang lebih 330 km  ke arah barat Bengkulu, terletak di dekat Palung Sunda dengan ketinggian mencapai 4600 meter, diameter 50 km pada kedalaman 5.6-5.9 km dpl (yahh..kurang lebih bayangkan Puncak Jaya dengan diameter yang lebih besar tenggelam di dasar laut..). Bisa dicek gambar daerahnya di bawah, pada bagian yang tertera tulisan “Seamount”

peta-seamountnya
Peta lokasi temuan Seamount baru

Sumber : CGGVeritas.com

Nah..hasil survey menunjukan gunung ini memiliki topografi menyerupai kerucut dan bentuknya seperti kaldera yang luas (You know…caldera means it’s a volcano..). Pertanyaannya adalah, mengingat gunung api ini tidak berada pada volcanic arc seperti halnya gunung2 api umumnya di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara karena adanya subduksi, berarti kemungkinan yang ada adalah gunung api ini berasal dari Hotspot (spt di Hawaii) atau dari Spreading Centre Volcanism.

Untuk Spreading Center Volcanism pun masih mungkinkah?… mengingat semua jalur2 spreading center sudah dipetakan di bumi dan tidak ada spreading center di daerah Samudera Hindia dekat India – Indonesia (lihat gambar di bawah…sekalian cek ke paman Gugel..CMIIW), maka satu-satunya alasan yang bisa diterima adalah gunung api ini merupakan akibat aktivitas hotspot.

spreading-center

Peta lokasi spreading center di duina
Sumber : Mainee.gov

Hotspot seperti yang kita ketahui, berasal dari proses upwelling pada mantle plume yang materialnya naik ke atas kerak samudera dan kemudian membentuk gunung api. Sifat hotspot itu sendiri adalah basaltik dengan tipe letusan efusif yang hanya akan melelerkan lava.

Hotspot sendiri di muka bumi dari sumber yang didapat, ada 2 contoh (mungkin lebih cocok “kasus” ya ..hehe) yaitu seperti yang di Hawaii dan Christmas Island

Untuk yang di Hawaii, akar dari plume materialnya tidak putus dari pulau-pulau di situ, sehingga membentuk jalur pegunungan seperti yang kita lihat sekarang ini, dimana semakin jauh dari hotspot umurnya semakin tua. Sedangkan di Christmas Island (cek gambar di bawah), hotspot terjadi pada 60 juta tahun yang lalu dan kemudian berhenti karena pipa magmatiknya terputus, sehingga hanya terbentuk satu buah gunung api .

christmasislandarial11

Christmas Island, lokasi di selatan Indonesia, Samudera Hindia

Sumber : foto NASA

Lalu..bagaimana dengan gunung api temuan ini? Pertama perlu dipastikan dulu apakah gundukan ini benar-benar sebuah gunung api atau tidak? Apakah caldera yang dimaksud itu benar-benar sebuah caldera ataukah sebuah guyot? FYI..guyot adalah sebuah bentuk gundukan dengan permukaan atas rata yang terjadi karena erosi oleh air, angin dan proses atmosfir yang menyebabkan sebuah dataran mengalami proses subsidence secara gradual  … dari menjadi  fringed reefed mountain, koral atol dan akhirnya flat topped submerged mountain (buat yang kurang mengerti 3 istilah di samping.. sekali lagi tanya om gugel..saya sendiri  tidak mengerti banyak…OK ? ;) ). Kenampakan guyot sendiri bisa dilihat dari gambar di bawah.

guyot

Kenampakan guyot
Sumber : en.wikipedia.org

Kabar terbarunya, ini memang benar sebuah seamount,bila dilihat dari batimetrinya (sumber : milis IAGI). Mungkin ada yang bisa menceritakan bagaimana mengkaitkan zona batimetri dengan keberadaan sebuah seamount? karena yang saya tulis tepat di atas adalah sebuah sitiran ..hehe

Yang juga jadi pertanyaan. pertama adalah mengapa gunung api (kita asumsikan sekarang bahwa itu benar2  gunung api yang berasal dari hotspot..OK? ) sebesar ini baru ditemukan sekarang? Kemungkinan besar karena daerah ini dari hasil tulisan orang-orang adalah daerah yang memang tidak ada ketertarikan untuk dieksplorasi… Tentu siapa yang mau mengeksplorasi hidrokarbon di daerah aman tentram seperti ini.

Salut untuk tim CGG Veritas yang melakukan survei seismik di lepas pantai Sumatera untuk membuat model geologi guna menambah pemahaman tentang mekanisme terjadinya tsunami. Ibarat sedang mau jalan kaki ke kampus, ketemu uang seratus ribu rupiah di jalan… Hehe.. Setidaknya bisa memperkaya kajian geologi Nusantara kita ini.

Pertanyaan selanjutnya adalah…lalu…bagaimana bila terjadi fenomena tsunami? Dengan dimensi yang sebesar itu, bisa-bisa satu kota Bengkulu tenggelam betul…? Well…just no need to be worry…kurang lebih seperti itu yang disampaikan dari  Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI, Hery Harjono. Dia menyampaikan 2 hal : jenis magma penyusun gunung api ini tidak akan menyebabkan ledakan, serta sumber dari magmanya pun telah dijauhi, seperti halnya yang berada di Christmas Island. Jadi tidak perlu ada kekuatiran gunung api ini akan meletus, jaminnya. Namun siapa yang tahu? Bumi itu dinamis …., benar Jendral?

Sumber : milis IAGI, CGG Veritas dan berbagai sumber

Credit to : Bpk. Awang Satyana, Bpk. Rovicky dan rekan2 dari milis IAGI

 

June 2009
M T W T F S S
« May   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930