8
2009
Batuan Metamorf
Sedikit esai tentang batuan metamorf yang diterjemahkan dan diringkas dari buku Physical Geology (Twelfth Edition) yang ditulis oleh C. Plummer dan D. Carlson dan diterbitkan pada tahun 2007. (By the way, saya sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin mempelajari ilmu geologi secara umum. Terutama yang masih awam akan ilmu geologi karena didukung oleh gambar-gambar yang memudahkan kita dalam memvisualisasikan penjelasannya dan bahasanya mudah dicerna.) Semoga dapat bermanfaat ya =)
BATUAN METAMORF
PENDAHULUAN
Siklus batuan menunjukkan kemungkinan batuan untuk berubah bentuk. Batuan yang terkubur sangat dalam mengalami perubahan tekanan dan temperatur. Jika mencapai suhu tertentu, batuan tersebut akan melebur menjadi magma. Namun, saat belum mencapai titik peleburan kembali menjadi magma, apa yang terjadi pada batuan tersebut? Batuan tersebut berubah menjadi batuan metamorf.
Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami proses metamorfosis. Proses metamorfosis terjadi hanya di dalam Bumi. Proses tersebut mengubah tekstur asal batuan, susunan mineral batuan, atau keduanya. Proses ini terjadi dalam solid state, artinya, batuan tersebut tidak melebur. Bayangkan sebuah roti yang berubah menjadi roti bakar. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa fluida – terutama air – memiliki peranan penting dalam proses metamorfosis.
Batugamping termetamorfosis menjadi marmer.
Butiran halus kalsit pada batugamping terekristalisasi menjadi butiran besar. Perubahan yang terjadi hanya pada teksturnya.
Serpih termetamorfosis menjadi mika berbutir besar.
Mineral lempung pada serpih tidak stabil pada temperatur tinggi. Perubahan yang terjadi, selain teksturnya, juga mencakup pembentukan mineral baru.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KARAKTERISTIK BATUAN METAMORF
1. Komposisi Mineral Batuan Asal
2. Temperatur dan Tekanan Selama Metamorfosis
3. Pengaruh Gaya Tektonik
4. Pengaruh Fluida
KLASIFIKASI BATUAN METAMORF
Batuan metamorf diklasifikasikan berdasakan ada atau tidaknya foliasi. Foliasi adalah struktur planar pada batuan metamorf yang disebabkan oleh pengaruh tekanan diferensial saat proses metamorfosis.
Tidak Terfoliasi
Kelas ini diklasifikasikan lagi menurut komposisi mineralnya.
Marmer terdiri dari butiran kalsit berukuran kasar. Jika batuan asalnya adalah dolomit, namanya menjadi marmer dolomit.
Kuarsit terdiri dari butiran kuarsa yang terlaskan bersama dan terikat kuat pada temperatur tinggi.
Hornfels berukuran butir sangat halus. Hornfels mika berasal dari serpih dan hornfels amphibole berasal dari basalt.
Terfoliasi
Kelas ini diklasifikasikan lagi menurut tipe foliasinya. Makin jelas foliasinya, makin tinggi derajat metamorfosisnya (menandakan makin tingginya tekanan/temperatur).
|
Derajat metamorfosis |
Struktur |
Nama Batuan |
Mineral Penciri |
Karakter Khas |
| Makin rendah | Slaty | Slate/Batusabak | Lempung, silika melembar | Butiran sangat halus. Kilap earthy. Mudah membelah menjadi lembaran tipis datar. |
| Slaty – Schistose | Phyllite | Mika | Butiran halus. Kilap sutra. Membelah mengikuti permukaan bergelombang. | |
| Schistose | Schist | Biotit, amfibol muskovit | Berkomposisi mineral melembar dan memanjang dengan susunan mendatar. Variasi mineral yang luas. | |
| Gneissic | Gneiss | Feldspar, kuarsa, amfibol, biotit | Mineral gelap dan terang terpisah dan membentuk perlapisan atau lenses. Perlapisan mungkin berlipat. Lapisan gelap: biotit, hornblende; lapisan terang: felspar, kuarsa |
JENIS-JENIS METAMORFISME
Metamorfisme Kontak/Termal
Metamorfisme ini faktor dominannya ialah temperatur tinggi. Tekanan confining (tekanan yang pengaruhnya sama besar ke semua permukaan benda) juga berpengaruh, namun tidak signifikan. Kebanyakan terjadi < 10 km di bawah permukaan Bumi. Metemorfisme kontak terjadi pada batuan intrusi jika ada magma yang mengintrusi batuan tersebut. Prosesnya menghasilkan efek yang dikenal dengan sebutan baking effect. Zona kontak ini (disebut aureole) tidak terlalu luas, hanya sekitar 1 – 100 meter. Karena tekanan diferensial (tekanan yang pengaruhnya tidak sama besar ke semua permukaan benda) juga tidak terlalu signifikan, batuan metamorf yang terbentuk biasanya tidak terfoliasi.
Metamorfisme Regional/Dinamotermal
Metamorfisme ini terjadi pada kedalaman yang signifikan yakni > 5 km. Batuan jenis ini merupakan yang paling banyak tersingkap di permukaan. Biasanya pada dasar pegunungan yang bagian atasnya tererosi. Batuan dari proses ini kebanyakan terfoliasi, menandakan tingginya tingkat tekanan diferensial (akibat gaya tekonik). Temperatur saat terjadi proses ini bervariasi, tergantung oleh kedalaman dan kehadiran badan magma. Kehadiran mineral indeks dapat menentukan tingkat tekanan dan temperatur proses rekristalisasi. Contohnya: schisthijau dan batuschist yang mengandung mineral klorit, aktinolit, dan plagioklas kaya sodium, terbentuk pada P & T lebih rendah; sedangkan amphibolit yang mengandung hornblende, plagioklas feldspar, dan terkadang garnet, terbentuk pada P & T lebih tinggi.
22 Comments + Add Comment
Leave a comment
Random Quote
Take nothing but pictures.
—
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.
Tags
Photos
|
An article by








gw mw nanya nih…klo struktur foliasi tuh cm 4 yang lo sebutin aja?perasaan kemaren pas praktikum ada 2 lg…milonit sama filonit klo ga salah..yang mw gw tanyain tuh apakah kedua struktur ini foliasi?klo seandainya foliasi bentuknya gimana ya?ga kebayang..heu..ayo sharing.
btw…foliasi itu struktur ato tekstur te?
@Adhi:
Berdasarkan buku tsb dan buku Petrology: Igneous, Sedimentary, and Metamorphic (Ehlers & Blatt):
- Hanya ada empat tekstur (seperti yg saya post di atas). Mylonite dan phyllonite adalah nama batuan metamorf, sama halnya seperti hornfels, eclogite, atau skarn.
Mylonite -> butir halus; bercoreng atau berbelang-belang; disebabkan oleh pembutiran atau flowage (aliran, namun tetap dalam solid state)dari batuan berbutir kasar.
Phyllonite -> Mylonite yang memiliki tekstur schistose (kilap sutra; mika terekristalisasi)
- Foliasi itu tekstur
Untuk gambarnya di-Google aja =)
NB: Ini gw jg baru baca dari bukunya, Dhi. Hehe.. Mudah-mudahan ga ada salah2 kata.
nah itu..bukannya kita klo deskripsi metamorf selalu bilang klo tekstur itu adalah granuloblastik,lepidoblastik,nemato, dsb..hihi…salah persepsi donk ya berarti..
Saya jg tau te milonit dan pilonit adalah batuan metamorf yang terbentuk secara kataklastik..lebih tepatnya terkena sesar..klo diliat dari penjelasan lo yang pilonit berarti foliasi ya karena punya tekstur schistose..Tapi lo inget ga pas kita praktikum sama Aam..si Ganda disuruh nulis foliasi di depan kan?klo ga salah disitu jg ditambahkan pilonit dan milonit sama si Aam ato Sintho lupa jg sih.hehe
nah yang gw lupa soalnya itu sebutkan batuan yang berfoliasi ato tekstur foliasi..hehe
coba buat mas dan mbak sekalian dicek lagi..
sepertinya ada miss persepsi deh..
jenis foliasi itu ada 6
non foliasi itu ada 2 yang lazim (bukan hanya 2 loh)
masalah definisi itu tekstur ato struktur tergantung kesepakatan
sekarang tekstur itu didefinisikan sebagai apa?dan struktur sebagai apa??
struktur itu setau saya adalah sesuatu terbentuk akibat proses pembentukannya.
tekstur itu adalah penyusunnya seperti warna, komposisi mineral, bentuk penyusunnya ato komposisi penyusunnya
jadi menurut saya,foliasi itu struktur dan bentuk mineral (grano,lepido dan lainnya) itu tekstur.
jangan terpatok pada buku karena geologi itu bukan hapalan tapi pemahaman..
ga ada yang bisa hapal 3000 mineral tapi klo mw belajar silahkan buka buku
silahkan dikoreksi oleh gea-gea sekalian..
salam,
saut daniel
saut.d.m@gmail.com/saut_d_m@yahoo.com
EXPLORATIONIST
Wah iya thanks Adhi & Saut!
RALAT: di buku Petrology-nya Ehlers & Blatt disebutkan bahwa foliasi itu STRUKTUR. Sedangkan tekstur adalah yang menggunakan akhiran -blastik.
Sipp, sudah dikoreksi =)
Tapi kalau yang phyllonite myllonite masih ga ngerti deh..huhu jadi bingung gini =(
hayu belajar lagi ,,,hehe..te lo beli buku2 gaib itu dimana c?harganya berapaan?ho
te ko jenis metamorfisme cuma 2, bukannya ada 5 ya??
apa aj gt tot?
dinamothermal
thermal
burial
kataklastik
1 lg ap y?
kalo ga salah sama mid oceanic ridge di
oia bener…sama mid oceanic ridge yang serpentinit tea
Oiya maaf nih sebelumnya kalo esainya ringkas banget dan ga kompeten kalo dilihat sebagai kajian petrologi =( Soalnya bukunya sendiri adalah buku pegangan geologi fisik.
@Adhi: Di Elvira Dago, Dhi.. Tapi kata Rainy sekarang udah tutup ceunah.. Ga tau juga si..
Sumpah asik lho bukunya! Beli deh kawan-kawan! =D
buat mbak risa
bukan ga kompeten ato ringkas..namanya sharing ilmu ga ada kata ga kompeten..semua berkompeten mbak..
tapi enaknya source dibuat, ga masalah mw darimana,geologi fisik juga lumayan lengkap..
di geologi semuanya mungkin untuk berbicara dan berbagi ilmu…
tetap semangat gea…
saut memang jenius soal batuan, maklum bekas kuncen petrologi… mau jenius kayak saut? jadi asisten petrologi aja:)
@BLUESCHIST: mas..saya belum ada apa2 dibanding mas…ilmu yang saya dapat juga belajar dari mas mirzam…
pengen deh kayak mas mirzam…
Mau bertanya dunk
di artikel ini katanya pengaruh penting metamorfosis itu adalah fluida (terutama air). metamorfosis mineral terjadi secara solid state kan, apakah bukan difusi ion yang paling banyak berperan (dry difussion)? kalau dipengaruhi fluida, apakah bukan merupakan alterasi?
hatur nuhun
mantab!!!
milonit dan filonitnya membantu bahan laporan praktikum!!!
mantab2!!
thx a lot gan
mantap sekali
wahhhh muach kacie bua9ed dengan adanya info nee..
tugas kuliahQ terbantu.. thaX i.o.c.h cak!!! Suwun..
kalu perlu dilengkapi ma gambar atao poto2 batuanX
Numpang tanya, apa kita bisa membedakan warna batuan didasarkan atas kandungan unsur komposisi kimianya ,???? soalnya kok ada Feldpar yg berwana brownish red, greenish, abu2 ( apa yg menyebabkan perbedaan warna itu ). Maaf soalnya aku awam dibidang geologi,
mau tanya ne, bagaimana proses pembentukan emas pada batuan metamorf????????? makasih tas jawabannya.