•  
  •  
  •  

GEA NITE

23 April 2010, para alumnus HMTG “GEA” ITB mengadakan suatu acara konsolidasi yang bertajuk GEA Nite, acara ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan sarana pemilihan ketua Ikatan Alumni (IA) Teknik Geologi ITB yang baru. Acara ini mengambil setting tempat di Pondok Indah Golf Apartment dikarenakan salah satu rangkaian acara dari GEA Nite ini adalah kompetisi golf yang tujuan utamanya untuk menggalang dana. Konsep acara ini sebenarnya tidak terlalu formal, susunan acaranya pun sebagian besar bersifat hiburan yang diisi oleh MUSANG dari generasi sekarang dan MUSANG original angkatan 80-an (yang kebanyakan memang lagu-lagu GEA merupakan ciptaan mereka), para audience hanyut dalam iringan musik modern dan klasik sambil menyuarakan lirik MUSANG yang “nyentil sana dan sini. . .”. Hiburan selanjutnya yang juga merupakan rangkaian dari acara ini adalah hadirnya grup band SECOND BORN yang dapat mengobati kerinduan para alumni akan musik-musik lawas.
Selain berbagai acara yang bersifat hiburan tersebut, ada beberapa sambutan yang cukup penting dari ketua acara GEA Nite dan Bpk. Agus H. yang mengatakan bahwa akan ada proses pencairan HMTG “GEA” ITB dalam waktu dekat dan hal ini jelas menyejukkan telinga para GEA yang hadir pada saat itu.

Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010

Beruntung dan gembira, itulah perasaan yang saya rasakan ketika mendapat kabar bahwa saya berkesempatan untuk ikut dalam Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda (PKIM) 2010. Kegiatan ini diadakan atas prakarsa LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional.

April 2010 lalu, saya (Brenda GL’07) dan Kevin (GL’05) berkesempatan untuk turut serta dalam kapal riset Baruna Jaya VIII untuk melakukan penelitian kondisi perairan di sekitar Bangka Belitung. Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, Suharsono, menambahkan bahwa para peserta terdiri atas peneliti dari kalangan dosen muda dan mahasiswa tingkat akhir yang melakukan tugas akhir. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Syah Kuala, Universitas Patimura, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Peserta PKIM terbagi dalam 2 kelompok besar yaitu kelompok biologi dan oseanografi. Saya dan Kevin tergabung dalam kelompok oseanografi. Kelompok pertama yaitu biologi berangkat dari Muara Baru, Jakarta, menuju daerah penelitian dengan berlayar menggunakan Baruna Jaya VIII pada tgl 4 April 2010 setelah mendapat pengayaan materi di Jakarta. Sedangkan kelompok oseanografi, berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat terbang pada tanggal 8 April 2010. Sesampainya di Pulau Belitung, kami diajak berkunjung ke salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, yaitu di Pantai Tanjung Tinggi. Kami disambut oleh hamparan pasir pantai yang putih, deburan ombak yang menghantam pantai, serta ciri khas pantai ini, yaitu bongkahan-bongkahan batuan granit beraneka ukuran yang terhampar luas di sekitar pantai. Setelah puas mengambil gambar, kami kemudian diantar menuju rumah dari Bu Muslimah, tokoh panutan dalam serial Laskar Pelangi sebelum ke penginapan kami di Hotel Martani, Belitong.

Setelah mendapatkan pengayaan materi tentang apa yang akan dilakukan kelompok kami, keesokan harinya kami berangkat menuju dermaga pelepasan Baruna Jaya VIII. Kelompok biologi telah tiba sehari sebelumnya dan setelah menyelesaikan laporan penelitian mereka, mereka akan diterbangkan pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat karena kapal Baruna Jaya VIII akan kami gunakan. Pada acara pelepasan yang dihadiri pejabat LIPI, DIKTI, Wakil Gubernur Prov. Babel, dan segenap tokoh masyarakat, hadir pula para pemeran di film Laskar Pelangi. Sebut saja Ical, Lintang, Harun, dan kawan-kawan lain.

Kemudian dimulailah hari pertama pelayaran. Kami mendapat arahan keselamatan dan kegiatan selama pelayaran. Tiga jam setelah berlayar, kami pun tiba di stasiun pertama. Kelompok Geologi dibimbing oleh Bapak Helfinalis, peneliti Geologi Laut dari P2O LIPI. Tim-tim lain juga mendapat pembimbing lain sesuai bidang keahlian masing-masing. Sedikit gambaran tentang apa saja yang dilakukan semua tim peneliti dengan latar yang berbeda. Setelah kami tiba di stasiun tertentu, semua tim akan mengambil posisinya di atas kapal. Sebuah alat yang dinamakan CTD akan diturunkan ke bawah laut untuk mengambil data salinitas, arah arus, temperatur, dan juga pengambilan sampel air laut pada kedalaman yang berbeda. Begitu alat ini dinaikkan, semua tim pun berbagi jatah. Tim logam berat, kimia hara, biologi, dan juga geologi mengambil contoh air dari berbagai kedalaman untuk dianalisis. Setelah CTD selesai digunakan, giliran tim plankton yang menurunkan jaring plankton Kitahara untuk pengambilan sampel plankton. Terakhir, giliran tim geologi kembali bekerja menggunakan gravity core untuk mengambil contoh sampel sedimen laut. Semua pekerjaan ini harus dilakukan sesuai urutan yang telah ditetapkan agar tidak ter jadi kontaminasi pada sampel. Contohnya, jika gravity core dilakukan terlebih dahulu sebelum CTD dan Kitahara, tentu saja air sekitar akan menjadi keruh dan mengkontaminasi sampel lainnya. Seperti biasa, core tersebut lalu dideskripsi untuk keperluan rekonstruksi bawah laut. Adapun analisis TSS (Total Suspended Solid) akan dilakukan setibanya di Jakarta di Lab Geologi Laut P20 LIPI.

Selama di kapal, kami belajar banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui. Misalnya apa saja yang dilakukan ahli geologi kelautan dan juga bagaimana ilmu geologi yang kami punya dapat membantu bidang keilmuan lain seperti biologi, fisika, plankton, kimia hara, dan kimia logam memahami kondisi perairan sekitar dan juga bagaimana kami menggunakan data yang mereka peroleh untuk mendukung analisis geologi yang kami buat. Misalnya, ketika terjadi perubahan arus laut atau kecepatan yang didapat oleh kelompok fisika, sebagai geologis maka kami akan diminta memberikan gambaran batimetri bawah laut untuk menjelaskan penyebab dari perubahan tersebut. Begitu juga dengan kelompok plankton ketika mendapat adanya kelimpahan plank ton yang tidak biasanya, maka mereka akan meminta masukan dari kelompok fisika dan geologi. Sebaliknya untuk geologi, kami dapat menggunakan data yang dimiliki oleh kelompok logam berat untuk membuat peta persebaran logam berat yang dibawa oleh sedimen dari daratan hasil pertambangan.

Kegiatan pengambilan sampel dilakukan dari pagi sekitar pukul delapan hingga pukul sembilan malam dengan total stasiun setiap harinya antara 6-7 buah. Antara satu stasiun ke stasiun lainnya biasanya ditempuh dalam 2-3 jam. Di antara waktu itu, semua tim melakukan kegiatan masing-masing tim, mulai dari preparasi sampel oleh kelompok biologi dan plankton, maupun destilasi oleh kelompok kimia hara dan logam berat. Hanya kelompok geologi yang tidak melakukan preparasi pada saat itu. Tetapi ketika kelompok lain telah kembali ke dalam kapal yang full AC, kelompok geologi masih berada di luar (dengan cuaca panas menyengat) untuk menunggu pengambilan core, mendeskripsi, dan membersihkan pipanya. Malam harinya, setelah stasiun terakhir telah selesai, kapal akan kembali mengitari rute yang dilalui sebelumnya untuk melakukan pengukuran batimetri multi sonar.

Tim Geologi PKIM 2010

Hidup bersama di kapal juga merupakan suatu pengalaman yang kami syukuri. Tidak pernah terbayang bahwa kami akan menghabiskan hampir 5 hari penuh berada di atas kapal. Semua kegiatan kami lakukan di atas kapal, mulai dari makan, minum, mandi, hingga tidur. Jangan dibayangkan bahwa kondisi Baruna Jaya VIII menakutkan. Sebaliknya, kapal ini sangat nyaman ditempati, bahkan seperti hotel berbintang. Kami dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari empat perserta dalam satu kamar tidur. Kapal ini juga dilengkapi kamar mandi berpemanas air, ruang dapur, ruang makan dengan makanan yang selalu tersedia setiap saat dalam jumlah yang sangat banyak, ruang rekreasi (biasa kami gunakan untuk mengerjakan laporan, berbincang, menonton film, mendengarkan musik, dan tentu saja tidur), serta laboratorium. Setelah semua stasiun telah dijelajahi, tibalah saatnya kami untuk kembali keesokan harinya. Malam itu, kami semua diminta untuk bersenang-senang dan berkaraoke bersama di ruang makan. Keesokan harinya, kapal pun kembali berlabuh di Pelabuhan Perikanan Muara Baru Dermaga Barat, Jakarta Utara. Setibanya di Jakarta, kami pun dijemput bus yang disiapkan panitia dan diantar berkunjung ke P2O LIPI di daerah Ancol, Jakarta Utara. Dari sana, kami lalu diantar kembali ke hotel Bintang di Jalan Raden Saleh untuk menyelesaikan leporan penelitian sebelum kepulangan kami keesokan harinya.

Profil Singkat Baruna Jaya VIII

Baruna Jaya (BJ) VIII adalah sebuah kapal riset paling mutakhir dengan jenis Multi Purpose Research Vessel yang dimiliki oleh Indonesia. Kapal penelitian laut yang dibuat di Kota Bergen, Norwegia, ini dibuat tahun 1997-1998 dan mulai diluncurkan 24 Mei 1998. Kapal Baruna Jaya diserahterimakan kepada Oseanografi-LIPI pada 27 Agustus 1998. Kapal ini tiba di Jakarta tanggal 27 Oktober 1998 yang dinahkodai oleh Kapten Daniel Irham. Perjalanan antara Norwegia-Indonesia ditempuh dalam waktu 2 bulan penuh. BJ VIII dilengkapi dengan berbagai macam peralatan untuk penelitian di laut lepas, baik di luar (dek) maupun di dalam kapal. Di luar kapal terdapat peralatan antara lain berupa CTD, jaring Kitahara, gravity core, dan sebagainya. Sedangkan di dalam terdapat beberapa laboratorium seperti laboratorium biologi, mikrobiologi, dan kimia. Hanya para teknisi kapal handal yang diijinkan untuk mengoperasikan peralatan di kapal ini.

Kapal BJ VIII layaknya sebuah hotel berbintang di atas laut. Hal ini disebabkan oleh lengkapnya sarana dan prasarana yang ada di dalamnya. Kamar tidur dilengkapi dengan pendingin udara, bunkbed, lemari, dan wastafel. Kamar mandinya memiliki sistem pemanas air. Terdapat ruangan untuk mencuci pakaian yang memuat 4 mesin cuci dan pengering. Dapur dan ruang makan di tingkat atas juga selalu menyediakan sarapan, makan siang, santapan sore, makan malam, supper, dan hidangan malam setiap hari tanpa henti. Kualitas dan kuantitas masakan tidak perlu disangsikan lagi, lezat dan sangat banyak. Ruang harian dilengkapi dengan televisi layar lebar. Tentu saja seluruh ruangan di kapal ini dilengkapi dengan pendingin udara.

Nama Instruktur dan Kapten Kapal

1.  Irham Daniel-Kapten Kapal Riset Baruna Jaya VIII

2.  Drs. Helfinalis, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Geologi

3.  Ir. Tumpak Sidabutar, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Plankton

4.  Drs. Hadikusumah-Instruktur bidang penelitian Fisika

5.  Zainal Arifin, Ph.D.-Instruktur bidang penelitian Logam Berat

6.  Prof. Drs. Ruyitno Nuchsin, M.Sc.-Instruktur bidang penelitian Mikrobiologi

7.  Drs. Muswerry Muchtar, M.Sc. APU-Instruktur bidang penelitian Kimia Hara

Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi kalian semua. Harapannya tentu tahun depan tetap ada peserta PKIM dari Teknik Geologi ITB. Dijamin, ini pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan. Kapan lagi bisa mengaplikasikan ilmu di laut (secara selama ini kita di darat terus kerjanya), dapat teman baru, dan tentu naik kapal penelitian tercanggih di Indonesia. Jika ingin bertanya, kontak saja saya, Pak Bambang, atau Ibu Suryantini (beliau pernah ikut kegiatan ini). Terima kasih..

NB:

1. Foto dilihat di facebook Brenda atau Kevin saja ya :)

2. Paper hasil penelitian bisa minta ke Brenda kalau mau baca-baca

It’s also geologists’ duty to explore and protect Indonesia’s sea

PELANTIKAN BPH HMTG “GEA” ITB 2010-2011

Selasa, 6 April 2010 pada pukul 18.30 WIB beberapa GEA sudah mulai berkumpul di depan himpunan sambil menunggu GEA lain yang menunaikan sholat maghrib. Sekitar 15 menit kemudian terasa rintik hujan mulai turun dan semakin deras yang membuat himpunan menjadi sempit karena dipenuhi para GEA yang tidak membawa payung dan ingin berteduh. Sambil diiringi hujan deras, dilakukan pelantikan BPA periode 2010-2011 terlebih dahulu di selasar laboratoium kimia yang hanya dihadiri BPA dan calon BPA baru. Seluruh anggota GEA kemudian dimobilisasi ke Kantam saat pelantikan BPA sudah selesai dilakukan untuk melanjutkan ke acara inti yaitu pelantikan BPH baru.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Ketua BPA 2010-2011 (Herwin Tiranda) yang baru saja dilantik untuk kemudian memperkenalkan perangkat BPA lain, Wakil Ketua BPA (Tambora Rangga) dan Sekretaris BPA (Ivan Teguh), dan juga para anggota BPA. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan bendera kepada Kahim terpilih baru dari Kahim sebelumnya yang diikuti dengan prosesi push up “bersama” sampai kemudian terhenti pada seri ke-5.

Masih dengan merasa sedikit lelah sehabis push-up, Kahim GEA terpilih kemudian membacakan janji Kahim dengan lantang dan setelahnya memperkenalkan para BPH yang akan menjalankan tugasnya selama setahun kedepan dengan struktur organisasi BPH HMTG “GEA” ITB 2010-2011 sebagai berikut:

Ketua Himpunan : Jaka Satria Budiman
Senator : Fendi Yusuf
Sekjen : Fadli Syafitra
Manajer Keuangan : Shabiati Hafizah
Manajer Administrasi : Mohamad Zulfikar Yantu
Manajer Pusat Data dan Kajian : Abdurahman Fajar Muslim
Kepala Departemen Internal : Gifar Fajri Sofwan
Kepala Departemen Eksternal : Afrizon Setiawan
Kepala Departemen PSDA : Rizky Amanda
Kepala Departemen Keprofesian : Fitrah Pratama
Kepala Departemen Kesejahteraan Anggota : Asri Wulandari
Kepala Bagian Kerohanian : Sani Yusmananto
Kepala Bagian Kesekretarian : Candra
Kepala Bagian Medkominfo : Zidni Ilman Munthaha
Kepala Bagian Hubungan Alumni : Ronald Atasi
Kepala Bagian Dalam Kampus : Fahma Tafwidla
Kepala Bagian Luar Kampus : Eko Suwarno
Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat : Hardika Nugraha
Kepala Bagian Pengembangan Minat Bakat : Dicky Eko Hehakaya
Kepala Bagian Mabim Anggota Muda : Dany Auliansyah
Kepala Bagian Akademik : Hansen Wijaya
Kepala Bagian Lapangan : Adhi Pramudito
Kepala Bagian Seminar dan Karya Ilmiah : Septiano Gandhi
Kepala Bagian Dana Usaha : Ali Lukman
Kepala Bagian Beasiswa : Indi Amrullah

Pengumuman struktur organisasi tersebut merupakan akhir dari acara pelantikan BPH baru ini, semoga dengan bantuan para anggota GEA yang lain dapat membuat GEA menjadi lebih baik.
1.. 2.. 3.. GEA!!!

Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark”

Jumat, 08 Januari 2010. Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark” adalah sebuah malam dimana seluruh GEA berkumpul dalam suatu acara untuk saling mengenal lebih jauh, terutama dengan para GEBOT yang baru saja memasuki dunia GEA.
Persiapan telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya, dan ketika hari H pun beberapa GEBOT telah datang dari pagi. Hanya saja di tengah siang yang berawan, ada beberapa GEBOT yang harus mengikuti ujian remedial, tetapi persiapan dapat dilakukan setelahnya. Sore, sekitar pukul 16.00, Kantin Tambang, tempat acara dilaksanakan telah ditutup dan para GEBOT mulai persiapan dibantu dengan GEA lainnya. Pemasangan kain, pemasangan tulisan “welcome”, pemasangan sound, pemasangan fly sheet, pemasangan baligo, merapihkan konsumsi, memasukkan gerobak, dilakukan sebelum acara dimulai.

maljak1

Sekitar pukul 18.30, GEA mulai berdatangan memasuki daerah Kantin Tambang (a.k.a Kantam), disambut dengan barikade kecil-kecilan dari GEBOT dan disambut dengan kain hitam panjang dan sebuah spidol berwarna emas untuk menuliskan pesan atau kesan serta tandatangan dan nama sebagai list GEA yang datang. Setelah banyak yang datang, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC (Brian dan Arina). Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Himpunan HMTG-GEA ITB yaitu Zulfijar a.k.a Joebot, diikuti sambutan dari Ketua Acara Malam Jaket Kuning “Yellow In The Dark”, Glen Ricky a.k.a Nabu. Setelah kata sambutan, Anugrah Pradana (a.k.a Mbe a.k.a Danang), Lutfi Nugrahadin (a.k.a Coki), M. Imam Ihsan (a.k.a Ican), dan Boni memberikan persembahan dari GEBOT dengan sebuah lagu yang mereka ciptakan sendiri.
Masuklah ke acara inti dari Malam Jakun ini, perkenalan para GEBOT sekaligus mencari Jakun mereka masing-masing. Diberikan waktu sekitar 3 jam untuk menyebar, berkenalan, dan mencari Jakun mereka. Mulailah para GEBOT menyebar dan berkenalan satu sama lain dengan GEA lain. Beberapa ada yang langsung mendapat sasaran, yang lain ada yang bingung mau kemana, ada juga yang malu-malu tapi mau (???). Setelah itu, GEBOT langsung meminta berkenalan kepada GEA lain yang sudah lebih dulu berada di GEA. Beberapa dari mereka diberi tugas sebelum boleh menanyakan nomor Jakun yang ada pada GEA lain. Ada yang disuruh mengambil makanan, ada yang sharing-sharing, ada yang disuruh push up, dan masih banyak lagi. Setelah melakukan tugasnya, biasanya GEBOT diberi pilihan angka terakhir atau kedua terakhir dari NIM pada Jakun. Jika bukan, maka GEBOT akan mencari GEA lain. Lumayan sih, sekalian kenalan dan TP2 (???). Setelah hampir 3 jam berkeliling, baru 5 orang yang mendapat Jakun nya, sehingga waktu ditambah sekitar setengah jam.
Dan akhirnya, waktu habis, seluruh GEA berkumpul di Kantam. GEBOT yang belum mendapatkan Jakunnya sampai waktu habis, disuruh maju ke depan dan berkumpul di depan. Lalu, GEA yang memegang Jakun mereka mengangkat Jakun mereka dan mereka menyebar kembali. Sama seperti sebelumnya, mereka diberi tugas didepan GEA yang sudah berkumpul di Kantam, ada yang disuruh membuat puisi, ada yang push up, ada yang harus membuat sebuah janji pada pacarnya, ada juga yang harus menyanyi dangdut dan berjoget.

Setelah selesai seluruhnya, terakhir adalah sebuah acara tambahan yang diluar rencana, tetapi merupakan sesi yang cukup mencengangkan. Sambutan terakhir, sharing dari GEA88. Menyempatkan datang untuk mengetahui seperti apakah GEA saat ini, berbagi mengenai Jaket Kuning di zaman mereka, sharing mengenai Diksar yang dilakukan selama 19 hari, sharing seperti apakah GEA pada zaman mereka. Dan semakin mereka sharing, semakin kita tahu, bahwa GEA tidak sekedar GEA. GEA adalah keluarga. Satu Jaket Kuning.

Geohumanism: Pemetaan Hidrogeologi Desa Gn Masigit Padalarang

Minggu, 10 Januari 2010, tak kurang dari 85 warga Gn Desa Masigit antusias datang pada acara seminar bertajuk “Air Tanah Untuk Padalarang”. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Geohumanism yang dipimpin oleh Dhani Triamindo (GEA 06). Dibuka pada pukul 13.30 waktu setempat, Dhani dalam sambutannya sebagai ketua acara mengemukakan bahwa acara ini bagian dari pengabdian masyarakat yang terselenggara atas kerja sama antara mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Geologi.
Image and video hosting by TinyPic
Pak Budi Brahmantyo hadir sebagai pembicara utama. Topik yang beliau sampaikan adalah pengenalan air tanah dan karst. Warga nampak senang diperlihatkan Pak Budi beberapa keajaiban morfologi bentukan pelarutan batugamping yang ada di sekitar Padalarang. Warga juga disadarkan Pak Budi betapa pentingnya menjaga karst-karst tersebut dari pertambangan tak bertanggung jawab karena perannya yang penting dalam siklus hidrogeologi.

Read more »

Pengenalan Teknik Geologi di SMA Negeri 3 Bandung

Sabtu, 18 Desember 2009, di SMA Negeri 3 Bandung. Saat itu sebuah acara besar diadakan di sekolah ini berjudul “SPIRIT 2010 : Lajur Misi”, kurang lebih di dalamnya semacam pengenalan terhadap bidang ilmu yang bisa ditempuh saat tiba di masa perkuliahan, dimana di dalamnya termasuk juga jurusan Teknik Geologi dari ITB. Untuk itu para GEA berperan dalam mengenalkan jurusan Teknik Geologi serta menjaga stand yang telah disediakan panitia.

Para siswa dilayani dengan baik oleh GEA. Mereka ditanya beberapa pertanyaan seputar geologi, barulah para GEA memberikan penjelasan mengenai geologi. GEA juga memperkenalkan ilmu-ilmu cabang geologi serta prospek geologi yang mungkin menarik minat siswa. Salah satu cara kami dalam memperkenalkan geologi adalah dengan memperlihatkan dan memperkenalkan alat-alat yang dimiliki oleh geologis ketika ke lapangan, seperti kompas geologi dan palu geologi, contoh-contoh batuan yang ada di lapangan, contoh peta geologi yang akan dibuat oleh para geologis. Total 100 lembar pamflet yang GEA sediakan habis diminta dan dibagikan kepada siswa. Dari daftar pengunjung stand teknik geologi, tercatat 37 orang mengisi daftar pengunjung stand.

presentasi

Presentasi dilakukan dengan baik oleh GEA dengan GEA Taufik N sebagai pembicara, dan hampir semua kursi di ruang seminar 2 diisi oleh siswa. Presentasi ditanggapi oleh para siswa dengan melemparkan pertanyaan. Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah mengenai perbedaan geologi, geofisika, pertambangan, dkk nya? Jawaban tersebut dijawab oleh pembicara bahwa geologi lebih kepada bidang eksplorasinya, sedangkan geofisika merupakan tools dari geologi dalam eksplorasi, untuk pertambangan bergerak di bidang eksploitasinya. Dikarenakan waktu telah habis, hanya diberkan tenggat 15 menit, maka pertanyaan yang terlontar hanya sedikit. Setelah itu, kami kembali ke stand dan mulai melayani para siswa yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai bidang geologi ini. Sekitar pukul 3 sore, kami bebenah stand dan kembali ke himpunan.

presentasi

 

July 2010
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031